Sabtu, 03 Oktober 2020

BANGUN

Weker berteriak menjerit mengetuk
Aku langsung dicampakkan dari mimpi
Nyawaku masih bertebaran. Belum genap
Tubuhku tak menuruti kata hati
Hanya tangan yang otomatis menjangkau

Semalaman kopi menyandera mata
Tiada kantuk menghampiri
Ditemani musik dan buku
Kugadangi malam renta kemarau
Kokok ayam pun tak kuindahkan

Ketika fajar sidik di ufuk
Tubuh berbaring mencoba berdamai dengan kantuk
Antara ada dan tiada
Tiba-tiba weker berteriak menjerit mengetuk
Otakku terburai dan mimpiku tercerai berai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...