Di tiang tertinggi setiap rumah
Berkibar gagah mewartakan sejarah
Merah sebagai darah pahlawan
Putih warna musim pancaroba
Dan air mata haru jiwa
Media gigih mewawancarai berita
Upacara masuk ke siaran pagi
Rakyat tetap mengais rejeki
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar