Senin, 05 Oktober 2020

TRAGEDI

Darah di atas atap
Adalah pertanda kasih tak sampai

Ketika seekor perkutut menanti janji
Bersua kekasih di atas genteng

Tiba-tiba pemburu membidik jiwa
Dan melepas peluru nasib

Sehingga perkutut terburai otaknya
Tubuhnya terkulai di tengah penantian

Sebagai tanda janji setia bagi belahan jiwanya
Dilukisnya rindu dengan darah di atas atap

1 komentar:

  1. Puisi "TRAGEDI" yang kamu tulis memiliki nuansa mendalam tentang cinta yang tak sampai, diwakili oleh perkutut yang menjadi korban. Simbolisme darah di atas atap sebagai lambang kasih yang terputus begitu kuat, menggabungkan kiasan cinta dan kematian dalam satu bingkai.

    Metafora pemburu sebagai nasib yang tak terhindarkan memperkaya cerita tentang ketidakberdayaan menghadapi takdir, sementara perkutut yang terluka membawa pesan tentang rindu yang terhalang. Ini seperti kisah tragis yang menyentuh hati. Bagian akhir di mana darah menjadi tanda janji setia sangat mengesankan, seolah perkutut tetap menunjukkan cinta meski takdir memisahkan mereka.

    BalasHapus

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...