Sabtu, 28 November 2020

MUSIM DAN PANDEMI

Hampir sepanjang kemarau matahari mencoba mengusir pandemi 
Dengan sinar, 
dengan panas, 
dengan angin kering, 
dengan keringat, 
dengan darah
Seiring pandemi terdesak, 
di rumah sakit, 
di cluster-cluster, 
di masker, 
di jarak, 
di berita tivi, 
di warung kopi, 
di perbincangan

Ketika rendeng telah basah 
oleh hujan, 
oleh mendung, 
oleh lembab
Masihkah musim mampu menghalau pandemi
Yang tidak tuntas, 
yang kerumunan, 
yang hilang jarak, 
yang dingin, 
yang awan, 
yang mutasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PESAWAT

Kopiku gemetar              Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...