Selasa, 18 Mei 2021

SENYUM

Kau mendatangi dengan segaris senyum. Sumringah
Sebagai setandan bahagia bahasa tubuhmu gairah
Seulas bibir merah saga sebagai rona

Senyummu rekah dikulum
Ketika berucap prenjak bernyanyi
Kata-kata dengan indahnya terangkai

Sejenak setelah senyummu sirna
Dan dekik di pipi lenyap
Tatap matamu tetap mentari pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAU ITU

Tiba-tiba saja bau itu menyergap,  antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...