Di balik selimut hangat, telanjang
Keringat kita menyatu
Setelah pergumulan yang intens
Jari tanganmu bermain di dadaku
Kepalamu bersandar di lenganku
Kita bicara lembut nyaris berbisik
Kita saling memagut
Itu dahulu....
Kini....?
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar