Di balik selimut hangat, telanjang
Keringat kita menyatu
Setelah pergumulan yang intens
Jari tanganmu bermain di dadaku
Kepalamu bersandar di lenganku
Kita bicara lembut nyaris berbisik
Kita saling memagut
Itu dahulu....
Kini....?
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar