Di balik selimut hangat, telanjang
Keringat kita menyatu
Setelah pergumulan yang intens
Jari tanganmu bermain di dadaku
Kepalamu bersandar di lenganku
Kita bicara lembut nyaris berbisik
Kita saling memagut
Itu dahulu....
Kini....?
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar