Jumat, 20 Mei 2022

AKU HAMPIR TAK MENGENALI WAJAH MUSIM

Pada wajah Mei
Tiada legam matahari
Hanya awan mengusik

Pada jendela angin
Hilang bediding
Namun jua birahi

Pada bisik gemerisik
Di antara dahan dan ranting
Daun jatuh terkulai

Pada pandangku, Mei
Kemarau kau bercerai
Sepanjang sore hanya air menitik

Pada mata yang mencari
Panas tidak lah arti
Cukup rebah di lantai

Pada setiap akhir terik
Teja tetap ditarik
Mengikuti tenggelam matahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...