Senin, 24 Oktober 2022

KETIKA ITU MATI LAMPU

Hujan itu merintih pedih
Dan malam kian dusta
Tak satu pun lampu berkutik
Bahkan serangga hilang cahaya

Ditilik dari kebun, rumah muram jua
Hanya nyala lilin yang lelah
Dibalik kaca bayangan buram
Ditimpali hujan yang menabuh

Seperti terang, gelap pun punya warna
Dari bisik gemerisik daun
Hingga suara birahi 
Demikian itulah malam adanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...