Minggu, 04 Desember 2022

DEMIKIAN KOTA KECIL

Kehidupan malam adalah trotoar
Sinar lampu jalan yang sayup sampai
Lesehan dengan kopi tumbuk dan kue basah
Dilengkapi bincang dan angin

Sebuah beca parkir di pinggir menanti rejeki
Pengemudinya duduk menatap malam
Diantara dua jarinya terselip sebatang kretek
Asapnya membumbung menuju sepi

Sepasang kekasih lesehan di atas tikar
Segelas besar teh panas berdua
Dan pincukan sego pecel

Angin menerbangkan aroma
Malam kian langit di atas tiang
Lalu hilang dalam gelap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata