Pedangpun terhunus
Hati dan pikiran mengejang
Ketika momennya tiba
Pedang mengejan
Membelah angin merobek bahu
Darah terburai
Tubuh terkulai
Langit menangis
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Puisi yang berjudul "PEDANG" ini memberikan gambaran tentang kekerasan dan ketegangan yang tajam. Gaya bahasanya sangat visual, menunjukkan ketegangan dalam pikiran dan tubuh sebelum kekerasan itu terjadi. Aksi pedang yang digambarkan secara rinci menambah dramatisasi dan intensitas. Puisi ini menangkap momen penuh kekuatan dan konsekuensi yang suram melalui bahasa yang padat dan simbolis.
BalasHapus