Atma kian mendekap
Ketika hati merapal setiap Nama
Tetes keringat berjatuhan
Waktu sepanjang jalan jua
Menyisakan jejak tak lengkap
Namun lidah yang penuh dengan ucap
Sebagai doa mengiringi senyap
Dan lelah
Seumpama upah
Maka lelaku
Mencari tuju
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar