Atma kian mendekap
Ketika hati merapal setiap Nama
Tetes keringat berjatuhan
Waktu sepanjang jalan jua
Menyisakan jejak tak lengkap
Namun lidah yang penuh dengan ucap
Sebagai doa mengiringi senyap
Dan lelah
Seumpama upah
Maka lelaku
Mencari tuju
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar