Liang tujuh luk
Luka merebak;
Darah
Dendam mengasah
Keris tajam haus jua
Mengalir deras;
Merah
Itu darah;
Luka
Merah
Seanyir nyawa
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar