Rabu, 08 Oktober 2025

DULU....DULU SEKALI

Aku kepayang,
memandang siluetmu dari kejauhan 
hingga terpana tak kata

Terlihat resam tubuhmu 
dengan daster batik 
dan rambut yang digelung

Hatiku berbunga 
ketika ia melempar senyum 
lalu kepalaku seakan membesar 
seperti berisi helium

Ketika pintu ditutup 
nyawaku seakan ikut lenyap dalam senyap sambil mengejar dan menangkap bayangmu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata