Selasa, 23 Desember 2025

MENJEMPUT IMPIAN

Seperti halnya menjaring
Nampaknya harapan tiada terungkap
Umpan pun habis tertuang
Namun hanya angin yang tiba dipelukan

Tetapi karena niat telah bulat
Maka kaki harus menjejak kuat
Mata tetap waspada menatap
Setajam sembilu ia berkilat

Biarkan waktu berhenti sejenak
Karena kita butuh suasana
Sambil memupuk semangat
Kembali kita memasang umpan di ujung kail

Minggu, 21 Desember 2025

AKU DITOLAK

Tiada purba sangka dalam benak
Mengalir begitu saja kata mengajak
Sambil sedikit memaksa dan mengajuk
Mari kita melangkahi impian masyuk

Sekian waktu berupaya bertaut
Dengan kata dengan laku
Nyatanya tak ada getar lewati nadi
Hanya sekadar gugur kewajiban

Kamis, 18 Desember 2025

GULA

Sembunyikan saja wajahmu pada secangkir kopi
Endapkan manisnya di dasar
Lalu, angkatlah sendok hingga menepi
Dudukkan pantatnya pada pisin

Tegukan pertama 
Ketika panas mengepul asap
Ada pahit di ujung lidah
Namun terasa manis yang samar

Setetes kopi tumpah membasahi meja
Sekawan semut berebut
Sisa tegukan masih terasa
Ampasnya tetap ikut menyesap

Selasa, 16 Desember 2025

KONTEMPLASI

Berdasarkan ingatan tak lengkap, 
meloncat-loncat liar, 
ku susun kenangan sebagai kotak rubik,
dengan segenap tanda dan rambu

Ku deres perlahan, 
setiti lan ati-ati,
menjaring makna,
yang tersembunyi di lini waktu

Hati dan pikiranku tergagap mengeja,
setelah banyak kerikil melukai langkah
Sehingga terbentuklah pola yang dianyam.
Diriku, lahir batin.

Minggu, 07 Desember 2025

NGUNDUH

Acara ditengarai khusyuk 
Lampu berpendar gemintang
Sound menghentak
Orang duduk berpeluh

Sekira adat ngunduh
Perwakilan tausiah
Tuan rumah berkilah
Ditutup doa mahabbah

Makan datang bergelombang 
Minum mengiring
Tamu menikmati
Suara piring beradu sendok

Setelah hajat
Berbondong pulang
Sambil bersalaman 
Amplop putih berpindah tangan 

Sabtu, 06 Desember 2025

MALING

Kapan lagi tersenyum sumringah 
ketika digelandang sambil mengucap, "ini cobaan!"
Difoto oleh papparazzi 
dengan rompi kuning. Ah, bangganya.

Vonis maksimal 
ketika hakim mengetuk palu
Di lapas yang selnya seperti kos-kosan menghitung hari menghitung remisi
Sebelum uban beranak pinak

Belum genap tahun dilewati
Bersua hari kebebasan dan sujud syukur
Dijemput keluarga 
dengan karpet merah sebagai raja
Simpanan uuang di bank tak berseri

Kamis, 04 Desember 2025

BANDANG

Itu langit tiada ramah
Warnanya terlalu pedih
Gunung yang gelisah, 
melepas tanah dan mengalir

Gelondong kayu balakan
Beriak seperti air
Merobohkan semua penghalang, 
rumah bahkan nyawa

Musim masih pitam
Anak-anak menangis karena hilang
Antara jerit dan doa, 
bumi manusia melepas duka

Senin, 01 Desember 2025

DERAS

Dimanapun hujan turun temurun
Selalu membawa suara
Sedangkan kita yang terkurung dalam rumah
Hanya diam sambil memetakan hari

Hujan deras itu adalah duduk di amben kayu jati di Pawon si Mbok sambil menikmati kopi gula aren dan singkong rebus ranting pohon mangga

Hujan deras itu adalah bermalas-malasan sambil membaca kenangan tak lekang yang tersimpan rapi di lemari pikiran yang telah usang

Hujan deras itu adalah berteduh di beranda rumah orang sambil menatap air jatuh serta suara gledek yang memekakkan sehingga kehangatan kamar terpasung dalam pikiran 

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata