Kamis, 13 September 2018

PENDIDIKAN

Banyak tahun memamah ilmu
Menimba di tiap ajar
Mencari di mahal bimbingan
Bertanya ajuk pada bijak
Mencontek serupa gaya hidup
Hindari tatap awas
Menulis lembar pengetahuan
Sakit demi terampil
Sedikit luang hanya sibuk hafal
Waktu renggangkan asih asuh
Jauh dari kehangatan rumah
Mencari perhatian pada karib senasib
Mengejar waktu dikejar kurikulum
Laparpun tetap lahap buku
Mengunyah rumus
Pada akhir uji terampil pikir
Sertifikat didapat
Usia siap jalani kerasnya hidup
Namun langkah tetap tergagap mencari kerja

Rabu, 12 September 2018

KESEPIAN KITA

Kesepian kita
Kedap ekspresi
Lalu lalang di keramaian
Seumpama topeng
Tiada sapa
Hilang arah
Di rimba kata

Kesepian kita
Diam dalam tatap
Senyap mengendap
Lenyap menguap
Terasing rindu
Terpisah tembok
Bertirai duka

Kesepian kita
Hilang hening
Kenang terulang
Harap menghadap
Silap mengendap
Angin lalu
Dunia bisu

Senin, 10 September 2018

SIKLUS

Kering letikkan panas lelatu
Angin tiupkan kematian pada kobarnya
Melahap daun dan ranting serupa bara, merah
Asap membumbung hadirkan maut

Pohon menghitam terawang langit
Bau gosong sesakkan nafas
Tiap hidup yang bergantung
Tumpas lenyap dilalap api

Ketika amarah telah arang dan abu
Langit teteskan harap dari celah awan
Air basuh luka bumi perciki benih kehidupan
Tumbuhkan tunas dan daun, hijau

Sabtu, 08 September 2018

DAUN

Dan daun luruh berguguran dipelukan ibu bumi
Menanti isak langit di dahan ranting
Dibawanya semua warna kemarau yang menguning kering

Angin telah lelah memikul kerontang
Kadang bisikkan harap di puncak kulminasi
Mengusik burung tempua di pelepah

Daun jatuh dan bayang pohon memanjang
Rindangnya serupa pukau silau
Gemerisiknya khusyu lantunkan mantera hujan

Jumat, 07 September 2018

MENUJU SENJA

Tahun hilang dihanyutkan kenangan
Pergulatan tanpa tindak hendak
Ketika pijak tinggalkan langkah
Hati termangu menatap kesiaan

Telusur jejak di senyap sejarah
Seperti lagu tak nanti usai
Setiap tanda hadir kesadaran
Hanya sisakan letikan sesal

Senja terbata mengeja usia
Wajah menanti kepastian lalu
Kelabu rambut hanya pertanda waktu
Dan kita disini terdiam kian tua

Kamis, 06 September 2018

MENUNGGU GILIR

Lelaki tua lelap tekuni mimpi
Rebahkan lelah di bangku sunyi
Meringkuk berselimut ringkih
Pejamkan mata dengkurkan sepi

Perempuan tua tekuri bosan
Menatap waktu dan diam
Berdiri di kerumunan antrian
Menanti gilir kesempatan

Lelaki dan perempuan tua memikul letih
Dengan renta di pagi merepih
Usia tiada kecuali merapat baris
Sebab tiba menjadi batas garis

Minggu, 02 September 2018

MENGAPA SEMBUNYI

Kata tak akan melukis wajahmu utuh
Sekedar basa basi berdalih malu
Meski jujur tak nanti tampak hadap
Tatap lebih jelas dari seribu ungkap

Gambarmu lebih indah dari sosok
Sebagai cemas salah menilai diri
Berhentilah mencoba membaca hati
Sebab kasat mata telah cerna banyak

Mengapa sembunyi
Bila komunikasi
coba sambung silaturohim

Mengapa sembunyi
Jika membuka diri
campakkan benci

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...