Hanya merusak riasan hatimu
Mengotori jendela mata dengan bara merah
Padahal setiap liang dosa yang dikandung
Telah kuberi porsekot agar tunai menjadi milik
Sudahlah akhiri isak menghujat itu
Mencekik kerongkongan dengan serapah
Sebab benih yang ditanam telah meruyak
Sulurnya mengepung birahi kita
Dan menanamkannya di rahimmu, adik
Usaplah air mata dengan kain dukana
Keringkan hingga bola mata bergaris kecewa
Palingkan saja segala tuduh dan hujah
Benamkan semua pada kelakianku
Sebab kita dikutuk sedarah