Jumat, 09 Juli 2021

SENDIRI LAGI 2

Demikian itu malam kian tua
Bungkuk seperti tandan kurma
Di kamar lampu tengah, lelah
Berusaha memanggil serangga

Wajahku menempel di kayu jendela
Mencoba menatap hitam malam
Gemerisik angin dan daun
Bukanlah teman beradu

Maka kamar kian tersungkur sendiri
Hatiku pun pedih peri
Memang telah suratan
Malam kian kelam tanpa teman

Rabu, 07 Juli 2021

MAK LAPAR!

Mak lapar!
Demikian itu sembilu adanya
Merambah hati sekeping luka

Di atas meja ada kendi 
Semut berbaris di piring

Mak lapar! 
Demikian itu kantuk pun menjauh
Bertambah segaris duka

Minumlah dulu air kendi
Tidurlah di pojok
Emak menanti pelanggan
Lalu sebatang rokok dinyalakan
Menghalau bosan dan nyamuk

Mak lapar! 
Demikian itu kau menyalak, nak
Diantara tidur dan igauanmu

Pelanggan pertama datang
Tanpa basa basi langsung menubruk
Penglaris untuk beli dua bungkus nasi
Sebungkus rokok
Segelas besar kopi untuk menanti pelanggan

Mak lapar! 
Diantara lelap dan mimpi
Mulut kecilmu menagih

Selasa, 06 Juli 2021

PANIK

Panik merebak
Pada bediding kembang randu dan mangga
Pada peralihan musim
Pancaroba

Di pasar barang lenyap
Duit tak lagi kuasa
Dilibas pandemi
Dilindas takut

Rumah dikepung
Aparat dan penyakit
Seperti lesus melanda 
Cemas di sana ada

Tumbal berserakan
Dicabut acak
Seperti mengambil kucing dalam karung
Satu nyawa untuk tiap kepedihan

JALAN YANG KUPILIH

Tak selalu jalan berliku
Dihembus angin kering kemarau
Naik turun dan berbatu
Seakan tak berujung

Kaki pernah terluka 
Hati dirudung duka
Waktu yang menguatkan langkah
Kerikil tak jadi halangan

Jalan yang kutempuh
Tidak hanya lurus
Tak jua mulus

Jalan yang kupilih
Sekali melangkah
Tiada menyerah kalah

MENDUA

Hati nampaknya kian condong
Karena keberpihakan
Waktu turut menghilangkan jejak
Di Barat mereka bersekongkol berkelompok

Kebersamaan adalah kata lain dari bosan
Karena habis manis sepah tak dibuang
Sehingga lidah terasa hambar
Menjadi kebiasaan nyaris tanpa kilah

Mendua memacu adrenalin
Mengacu salah sebagai semangat
Pikiran sering berlama-lama sendirian
Mencoba mengeja cinta platonis

Senin, 05 Juli 2021

RETAK

Dengan kata kita menggores
Secermin retak serambut gelisah
Walau direkatkan oleh cinta
Bekasnya tetap serabut

Katanya waktu menyembuhkan
Menetapi sabar dan solat
Namun sisanya sebagai bekas luka
Menebal di palung hati

Kamis, 01 Juli 2021

PERTENGKARAN 2

Amarah mendapati kebenarannya sendiri
Air mata turut menuntut
Kata-kata kian meninggi disulut emosi
Seperti daun kering dibakar kemarau

Beberapa patah petuah mencoba kukuh
Namun amarah seperti dalam sekam
Sedikit angin lesus bertiup
Api kembali berkobar. Merah. 

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...