Rumah itu kuno
Dikelilingi pohon besar
Beringin dengan gagah menyandingi
Di dalam lampu bergelantungan
Dihiasi kristal berbagai ukuran
Warnanya temaram hingga suram
Di ruang makan
Sebuah meja panjang
Duduk di ujung selatan seorang wanita cantik setengah baya
Di ujung utara seorang pemuda
Mereka seperti menantikan jamuan
Masing-masing menegang gelasnya
Menghirup pelan-pelan tanpa bincang
+Kau tetap akan pergi sekarang?
Pemuda itu hanya diam
Matanya nyalang menjawab
+Baiklah, ini makan malam terakhir kita
Lalu si wanita menepuk tangan
Dari balik pintu pelayanan mendatangi
Nampannya diletakkan di depan si pemuda
Tutupnya dibuka
Tersiar bau harum daging di panggang
Jantung dan hati dimasak sempurna
Disirami saus coklat
Beserta sayuran seperti wortel dan jagung
+Ayo, dimakan!
-Kau tidak makan?
+Aku masih kenyang. Habiskan saja makananmu. Lalu kau boleh pergi.
Tanpa sungkan pemuda itu langsung melahap hingga tandas
Si wanita hanya menatap sambil meneguk minumannya
Di bibir tipisnya seulas senyum dingin
------------------------------------
Di pagi yang cerah
Di hutan taman kota
Orang-orang bergerombol sambil menutup hidung
Polisi dan tenaga kesehatan berdatangan
Sosok mayat wanita muda tergeletak
Isi perutnya terburai
Jantung dan hatinya lenyap