Ada dekik di antara senyumnya
Tubuhnya yang ranum buah
Sedikit bau birahi di lehernya
Daster tiga per empat dan pilinan rambut ikal
Tak jua tutupi segenap impian
Di antara geraknya yang serupa tarian
Mataku nanar seperti matahari barat
Ketika di kelokan
Sedikit bayangnya memanjang sinar
Sambil menoleh genit
Dia menghilang di kaki langit