Minggu, 13 Februari 2022

PETUAH

Emak meletakkan bijaknya di bibir
Sebagai penyambung lidah leluhur
Kata-katanya yang petatah petitih
Kearifan kebajikan dan kebijakan

Emak berbicara cenderung gumam
Nyaris senyum di wajahnya teduh
Pandangnya disamarkan oleh katarak
Namun petuahnya lembut menyentuh

Emak terkadang mengusap rambutku
Sambil berbagi kisah dan umpama
Aku seperti hewan yang terperangkap
Terpenjara oleh ujar-ujar

Sabtu, 12 Februari 2022

PEWARTA

Pewarta membombardir hingga opini
Diawali woro-woro di bawah ringin
Seperti bisik-bisik syak wasangka
Hingga sampah bagi mata ke tiga

Ada kalanya berita setajam belati
Dihunjamnya pada dalamnya pikir
Terus menerus diulang
Terus menerus dipiwulang

Warta pun menyebar serupa pageblug
Menginfeksi akal hingga endemik
Dengan satu kata sebagai pemicu
Pemenangnya adalah pengendali polemik

Kamis, 10 Februari 2022

KABAR

Kabar berkedip di layar baca
Berdesakan di belantara abjad
Salammu telah sampai, sobat
Hangat mentari pagi. Seperti biasa. 

Kabar menanggung rindu dendam
Dibawanya setiap warna
Dihamparkan di atas kenangan
Hingga terbaca air mata

Ketika kabar telah tunai
Kenangan genap cerai
Emosi jelas urai 
Semua kembali usai

Rabu, 09 Februari 2022

KAKAK ADIK

Karena pengalaman adalah hati 
Tiada sangkutan dengan usia
Maka persaudaraan berpilin 
Diikat oleh waktu

Iri dengki cemburu tangis dan sakit hati
Sebahagian dari bumbu penyedapnya
Pandang likat serta canggung
Sebagai penggenap perekat

Setelah badai berlalu
Angin sepoi berhembus kembali
Ada senyum dan air mata
Sebab tak ada gading yang tak retak

Selasa, 08 Februari 2022

KISAH TAK SAMPAI

Buku memuntahkan beban ceritanya 
Kata demi kata antri hingga beradu sikut
Mata yang lapar melahapnya
Hingga tak muat pikiran menampung

Makna berterbangan mencari induk semang
Seperti kunang-kunang berkelip
Hingga pikiran berkeliaran menjaringnya 
Dan menampungnya di palung hingga tenggelam

Beberapa halaman terakhir hanya putih, kosong
Seolah huruf meninggalkannya begitu saja
Ujung kertas terlipat sedikit tiada arti
Segores bahkan setitik tinta tak

Kamis, 03 Februari 2022

LANGKAH CATUR

Tak ada kelabu di antaranya
Hanya hitam dan putih pemisah yang jelas
Ketika itu pikiran berperang
Mengadu taktik saling serang

Adakalanya waktu seakan melambat
Pandangan tak beranjak
Ketegangan terasa di tiap hembusan nafas
Satu langkah buah catur dijalankan

Pertarungan mendekati akhir
Menang kalah telah terlampir
Hanya butuh sebuah langkah pamungkas
Dan pertandingan berakhir. Skak mat. 

Selasa, 01 Februari 2022

MATA INI

Kilau matamu menyapu wajahku
Hingga merah jambu sebab malu
Ketika akhirnya beradu pandang
Hanya likat sebagai tirainya

Semenjak kau melirik 
Menerawang adaku
Hatiku berdebar, 
bergemuruh riuh

Ada bahagia dan cemas di lubuk
Seperti harapan, 
timbul tenggelam dalam gelombang
Cupid melesakkan anak panah cinta

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...