Kamis, 20 April 2023

GERHANA

Kala... 
Menganga... 
Melahap... 
Hingga gelap

Kala... 
Muntahkan... 
Pisahkan... 
Matahari dan bulan

Kala kembali bersemayam di sunyi waktu dinina bobokan oleh Durga Kali di Setra Ganda Mayit menanti pertemuan kembali dengan temantennya 

GESEKAN

Lidahmu seketika menampar, pedas
Pikiran pun terhuyung di pojok teras
Perlahan amarah memerah 
Bekilat menjadi biji mata

Namun air mata menghadang pandang
Memisahkan kau dan aku 
Disetarikan nafas amarah menghunjam
Sebagai kata sebagai tuba


Kamis, 13 April 2023

MENGINTAI QODAR

Karena qodar miliki malam
Tak perlulah karpet merah digelar, 
apalagi sambutan
Cukup sekadar kantuk 

Sandarkan saja hati di pelupuk
Berdzikir hingga hilang waktu
Jika harapan telah dilarung
Demikian itu mengawali

Seandainya kita menjumpai fajar sidik
Putih dan hitamnya kasat mata
Tahan sejenak kantuk lelah
Karena akhir lomba hanya butuh adzan

Rabu, 12 April 2023

MENANTI DI BANGKU PERON

Di bangku panjang yang disesaki penantian
Waktu terhidang di kiri kanannya sore
Dan stasiun mengawasi sepanjang rel

Peluit berbunyi memanggil
Kereta berhenti menurunkan letih lelah
Kereta berangkat membawa setangkup rindu

Ketika itu gerimis menutupi langit
Masinis melambaikan tangannya
Kereta berjalan menuju takdirnya

Sabtu, 08 April 2023

MENANTI MAGHRIB

Dengan tidur menghadang siang
Mendekatlah waktu pada maghrib
Tiada lapar dan haus
Hanya mimpi yang menggantikan

Jika panas menggigit di siang yang temberang
Carilah tempat di mana angin semilir
Lalu pejamkan mata 
Apalagi lagu menina bobokan

Ketika telah tiba waktunya
Adzan memanggil jiwa yang lelap
Dengan segelas teh hangat
Larut segenap nafsu

Kamis, 06 April 2023

CERITA SORE YANG BASAH

Langit tak sekadar sore
Keramaian jua adanya
Gerimis satu dua jatuh
Di tanah ia menabur

Angin biasanya menggelandang
Tertahan awan berarak
Setelah janji pertemuan
Waktulah yang berupaya menepati

Berbicara tentang sore
Adalah langit biru hingga rindu
Serta merah yang gairah
Sebelum hujan menutup hari

Selasa, 04 April 2023

DZIKIR

Di antara dua waktu
Dzikir adalah penggenapan
Setiap Asma' yang terbilang
Menggenapi hingga hati

Di tengah lautan dzikir
Pikiran tak beriak
Segenap jenjang penuju ekstasi
Manunggal ing kawula Gusti

Ketika adzan melengking
Kesadaran tercerai
Kenyataan menggapai
Baris diluruskan dengan rapi

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...