Rabu, 05 Juli 2023

MENANGIS

Dengan mata merah saga, ia menangis hingga air mata
Segenap emosinya tumpah ruah sebagai gelombang
Tetesnya yang bergulir jatuh adalah rintih
Lalu mengalir ke muara menjadi sedu sedan 

Di bendung, banjir segara anak hingga berkubang duka
Hati terombang  ambing, hilang tak tentu arah
Satu dua prasangka beriak
Lalu tenggelam di dasar sebagaimana karang


Senin, 26 Juni 2023

SENJA

Senja itu senjanya kemarau
Karena angin tengah samum
Setelah mandi pun tetap berpeluh
Tiada sejuk hanya sumuk

Debu berterbangan, Kedasih merintih di dahan mangga
Senja telah temaram
Rumputan pun kering dan meranggas

Sejenak senja tenggelam, malam dibentangkan
Panas tetap terbilang

Sebuah siklus kehidupan

Minggu, 25 Juni 2023

6 ATAWA FIRASAT

Ketika itu kepala kurebahkan di bahu kursi
Mataku terpejam tenggelam dalam senyap
Tiba-tiba cahaya putih serupa petir membesut tidurku
Seraut wajah menatap dengan cemas seolah memanggil
Sekejap kemudian penglihatan lenyap berganti sunyi yang pekat

Aku terbangun dan terduduk sambil termangu
Setengah terkejut kupandangi sekeliling
Pertanda apa ini? Sebuah firasat? 

Sisa malam kuhabiskan dengan gelisah
Mata hanya bisa nyalang tanpa kantuk
Kokok ayam pertama telah lewat jauh
Perlahan waktu berjalan mendatangi dini hari


Selasa, 20 Juni 2023

KULIT

Tidakkah bulu meremang ketika kita bersentuhan
Kulitmu lembut hamparan beludru
Nafasmu terasa hangat 
Berhembus perlahan di kudukku

Satu ketika jemari kita bersatu saling genggam
Ada aliran hangat seperti degup menjalar ke atas
Kulit wajah pun semu merona
Memompa bahagia hingga menembus pori

Ada kalanya bibir kita saling mengulum
Bertukar aroma yang pekat
Bau tubuhmu begitu dekat begitu lekat
Lalu kita berpelukan dalam hening

HIDUNG

Beraneka aroma hilir mudik di depan hidung
Antara harum yang terhingga dan bau menusuk
Adakalanya membangkitkan kenangan seringnya hanya sambil lalu

Hidung terkadang mencium kehidupan yang riang ria
Juga pesing di marka jalan dekat pos ronda

Dari hidung kita mengencani dunia yang fana

TELINGA

Sekadar telinga menangkap suara di kesunyian
Hatiku pun turut bertalu
Tentang tembang tanah dan air mata
Betapa jiwa di cengkraman haru

Angin merambati, menggiring
Menyesaki genderang telinga
Semilir suaranya sayup sampai
Mengunggah rindu dendam

Terkadang alunan suara tak kenali hati
Lewat hanya sebagai sekumpulan nada di angin lalu
Tak kesan hanya saja cukup merenung
Lalu sekilas hilang dari ingatan

Senin, 19 Juni 2023

MATA

Sekilas mata berkedip
Memilah terang dari gelap
Memerangkap kesan
Dan membaca pesan

Obyek terungkap sebagaimana fragmen
Tentang betul salah yang kelabu
Ketika dosa tertangkap hingga katarak
Dibasuhnya luka oleh air mata

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...