Minggu, 22 Oktober 2023

TOPENG DAN WAJAH

Seraut wajah di panggung
Lampunya menatap, pijar
Dicabiknya pelipis hingga dagu

Sejalur luka menyoren
Wajah jua berpaling
Di depan topeng teraling

Lalu diletakkannya wajah di atas nampan
Bagi kepala kosong adalah sebuah topeng
Dan tatapnya liar serta senyumnya seringai

Sabtu, 21 Oktober 2023

BUNGLON ATAWA KESEMPATAN

Semenjak memimpin sebagai sebuah kesempatan
Maka warna tak ada masalah lagi

Selagi mudanya
Kita bisa menyusu
Menyeduh kopi pahit
Apa pula menenggak arak

Gunakan saja usia untuk lompat lebih jauh
Dari dahan ke ranting, lalu ke pucuk
Mikul nduwur untuk ambisi
Sebelum sakit penyakit dan minyak kerok jadi teman

Jika telah katarak dan lelah bermimpi
Gaetlah si muda dari ketiak biyung
Sebagai magnet 
Sebagai tongkat penunjuk

Senin, 16 Oktober 2023

LAGI-LAGI PERANG

Langit dikepung asap roket
Hulu ledaknya membidik mangsa
Desingan dan ledakan berhamburan 
Dilingkupi tangis dan teriak histeris

Darah dan serpihan daging, beton yang lebur
Direkatkan oleh kematian di tembok kota
Izrail berpesta sambil menebar amarah aluamah
Sabitnya memanen jiwa-jiwa lata

Tuhan dengan berlinang air mata merajut ulang kehidupan
Dari reruntuhan gedung 
Hingga wajah-wajah tanpa ekspresi
DiberiNya renda harapan di setiap sidikNya

Sabtu, 14 Oktober 2023

ARTIFISIAL

Tiba-tiba kesadaran terbangun
Dan mesinpun belajar
Dengan logika ia menimba

Di kerumitan kombinasi nol dan satu
Mesinpun berkomunikasi. 
Berdialog. Tanya jawab. 

Indra jua diadaptasi
Sebagaimana bayi ia mencari
Dari sekadar meniru
Hingga berpikir

Setelah banyak tahun dimamah
Kemanusiaan perlahan menghilang

Senin, 09 Oktober 2023

MENGENANG SAKIT

Antara sadar dan tiada
Penyakit menginfeksi hingga jelaga
Menyekap panas dalam pikiran
Sementara suara-suara bertalu memenuhi ruang igau

Pertempuran adalah pertemuan
Selama pejamnya mata dan inkubasi
Ketika tubuh didera sakit penyakit
Hanya waktu yang tetap seia sekata

Pada kulminasinya penyakit
Saat luruh sebagai keringat
Sesaat hilang sadar
Bau minyak angin menyesaki kamar

Selasa, 03 Oktober 2023

SERDADU DAN KAKI

Ia berjalan sedikit mengendap
Topi bajanya dihiasi dedaunan
Matanya nyalang menatap sekitar
Bajunya sebagai kamuflase

Senapan terkokang siap menyalak
Ketegangan menyelimuti
Langkahnya kian perlahan. Waspada. 
Kesunyian melingkupi

Langkah terakhir
Klik, suara pemantik ranjau terinjak
Ia terpana
Wajahnya pias

PAYUDARA

Di lembah dadamu yang tipis
Payudara menjulang hingga hikmah
Air susunya telah mendarah daging
Dihisap sekuat lapar dahaga

Di sana ada kehidupan
Ada harapan

Setelah genap tahun yang lelah
Payudara nyaris keriput
Sebagaimana benalu menumpang hidup
Puting terkoyak hingga luka

Di sana kematian mendatangi
Sebagaimana kehidupan menaungi

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...