Minggu, 07 Desember 2025

NGUNDUH

Acara ditengarai khusyuk 
Lampu berpendar gemintang
Sound menghentak
Orang duduk berpeluh

Sekira adat ngunduh
Perwakilan tausiah
Tuan rumah berkilah
Ditutup doa mahabbah

Makan datang bergelombang 
Minum mengiring
Tamu menikmati
Suara piring beradu sendok

Setelah hajat
Berbondong pulang
Sambil bersalaman 
Amplop putih berpindah tangan 

Sabtu, 06 Desember 2025

MALING

Kapan lagi tersenyum sumringah 
ketika digelandang sambil mengucap, "ini cobaan!"
Difoto oleh papparazzi 
dengan rompi kuning. Ah, bangganya.

Vonis maksimal 
ketika hakim mengetuk palu
Di lapas yang selnya seperti kos-kosan menghitung hari menghitung remisi
Sebelum uban beranak pinak

Belum genap tahun dilewati
Bersua hari kebebasan dan sujud syukur
Dijemput keluarga 
dengan karpet merah sebagai raja
Simpanan uuang di bank tak berseri

Kamis, 04 Desember 2025

BANDANG

Itu langit tiada ramah
Warnanya terlalu pedih
Gunung yang gelisah, 
melepas tanah dan mengalir

Gelondong kayu balakan
Beriak seperti air
Merobohkan semua penghalang, 
rumah bahkan nyawa

Musim masih pitam
Anak-anak menangis karena hilang
Antara jerit dan doa, 
bumi manusia melepas duka

Senin, 01 Desember 2025

DERAS

Dimanapun hujan turun temurun
Selalu membawa suara
Sedangkan kita yang terkurung dalam rumah
Hanya diam sambil memetakan hari

Hujan deras itu adalah duduk di amben kayu jati di Pawon si Mbok sambil menikmati kopi gula aren dan singkong rebus ranting pohon mangga

Hujan deras itu adalah bermalas-malasan sambil membaca kenangan tak lekang yang tersimpan rapi di lemari pikiran yang telah usang

Hujan deras itu adalah berteduh di beranda rumah orang sambil menatap air jatuh serta suara gledek yang memekakkan sehingga kehangatan kamar terpasung dalam pikiran 

Minggu, 30 November 2025

IJAZAH

Siapkan saja segepok uang sebagai mahar
Ku tebus gelar untuk mendampingi nama
Tak perlu kuliah apalagi ujian
Cukup jika terdaftar dan setor foto

Karena sekolah di ruko
Maka inagurasi di hotel bintang
Wisuda di bawah lampu dan kamera
Maka lengkaplah sarjana tersemat

Rabu, 26 November 2025

QODHO QODAR

Disapihnya keringat oleh matahari kemarau 
Dagangannya menumpuk dengan lesu
Orang hanya lalu lalang dan acuh
Perutnya yang tipis menahan lapar oleh asap tembakau

Tangan kurusnya menunjuk memanggil menawarkan
Seorang ibu berhenti dan menatap
Ditawarnya barang seharga modal
Dan ia minta tambah sedikit agar tak rugi

Sore telah menghadang
Sesiangan barang hanya laku dua
Dagangan segera dibereskan
Demikian hari inipun tuntas 

Kamis, 20 November 2025

MENYAMBUNG SANAK

Ah, ikatan itu!,
yang menyusun kenangan
Terbit kembali dalam ingatan
Seolah memanggil dan merangkul

Ku batin namamu 
dengan segala mantra
Wajahmu senyum 
dan rindu menggelandang

Sambil duduk di kursi beranda 
Ku coba menyusun puzzle ingatan
Terasa hanya datang samar yang  mendatangi
Seringnya hilang ketika mata  berkedip

Lalu ku bulatkan tekad
Dengan telpon aku mencari jejakmu
Ketika tombol ditekan
Suara kring memanggapai rindu

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...