Sepercik rindu seruas hati
Selarik sendu segaris sepi
Selirih desau sekilas nyeri
Seutuh dirimu dalam singkap asmara
Selembar mimpi senyari bumi
Seutas harap sesunyi mimpi
Seperti khayal sendiri bersemi
Segenap cintaku menjelma rindu dendam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Puisi yang indah! "SEPERCIK SELEMBAR" menghadirkan permainan kata yang penuh irama, di mana setiap bait mencerminkan perasaan rindu dan harapan yang terjalin erat dengan nuansa kesunyian. Ada keseimbangan antara harapan yang tenang dan kerinduan yang mendalam, dengan penggunaan kata-kata seperti "sepercik", "selembar", dan "segenap", yang memberi kesan halus tapi kuat. Tema cinta yang tersirat dalam asmara ini begitu menyentuh.
BalasHapusApakah ada latar khusus yang menginspirasimu menulis puisi ini?