Selasa, 24 September 2019

DUDUK DI EMPERAN

Keriput bukanlah usia
Hanya lelah keringat
Dan mata yang kelabu abu
Tiada pinta hanya nanar

Sebenarnya wajah masih diselubungi mimpi
Lusuh dan robek oleh waktu
Selapis tipis sinis
Menutupi senyum harapan

Ketika duduk merunduk di emperan
Memunggungi matahari yang menyengat
Angin pun menabur debu
Bayang rebah di bawah teritis

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...