Sabtu, 31 Januari 2026

MALAM-MALAM KOTA

Wajah langit masih tetap sama
Bintang berkedip memicingkan mata
Menyimpan serinya di antara sisa awan kumulus
Tak angin hanya sumuk terendus

Trotoar mulai berdandan
Bangku berjejer nontoni
Sepasang kekasih jalan berdempetan
Sinar lampu bercampur purnama melukis bayangan

Taman kota tiang tinggi
Tanaman semak merambat
Segerombolan muda mudi bercengkrama
Suaranya terbawa suasana

Dua beca diparkir dekat warung kopi
Pengemudinya tua duduk di jok depan
Pemandangan langka di belantara kota
Karena mesin telah menggantikan

Di keriaan sepanjang jalan 
Klakson berteriak menyalib
Bersahutan dengan petir membelah langit
Tiba-tiba hujan turun tanpa kulonuwun

Kamis, 29 Januari 2026

TUGAS

Tugas tengah menantang
Tak ada tenggat
Hanya saja percaya diri

Ku bentangkan masalah di ruang pikir
Ku susun satu persatu seperti teka teki
Ku luruskan setiap bersua labirin
Ku simpan sebagai jawab tertulis

Tugas telah terlepas belenggu
Tersusun sebagai jawab
Dan keyakinan berpuas diri

Senin, 26 Januari 2026

OMONG KLOBOT

Di atas, meja dan kursi saling bersitatap
Secangkir kopi nyaris sisa
Kabar bertukar tanya berbagi
Suasana hati sehangat pagi

Ditemani sepiring kudapan 
Topik loncat dari satu ke lain hal
Lampu pun telah menyerah
Namun tetap saja analisa dibedah kata

Setelahnya habis topik berganti
Suasana tampak rikuh
Mengulang pun tak
Hanya diam tiada nyaman

Rabu, 21 Januari 2026

SEJENAK KAU DATANG SECEPAT KAU PERGI

Siang terperangkap dalam mendung
Angin mengabarkan bau tanah
Lalu hujan mengepung jendela kamar
Sehingga pandangan jadi kelabu

Sejenak hujan menggerung
Luruh di haribaan bumi
Secepat rintik berhenti
Melewatkan jejak di genangan

Tidak, ia tak meninggalkan begitu saja
Masih ada dingin menggigit
Wajah langit yang kelu
Dan sisa tangis gerimis

BUMI KIAN PANAS

Senjata diasah oleh narasi
Menghadirkan cemas, 
di todongkannya ancaman 
dan dunia pun gemetar

Dalam senyap yang pengap
Kabar ditiupkan oleh burung
Menginfeksi pikiran 
Dan hati jua meradang

Karena diam adalah emas
Ketidakpastian adalah kepastian
Sebagai tanya di setiap benak
Sebelum ledakan memporak-porandakan

Sabtu, 17 Januari 2026

TEGANG

Kekerasan merasuki pikiran 
sebagai berita dan derita
Dunia kian muram dan buram
Tinggal pemantik kecil membakar sumbu

Setiap detik membawa ketegangan
Karena issue ditiupkan hingga kobar
Curiga adalah pakaian penggenap
Menindih punuk oleh prasangka

Waktu ditilap
Malam pun gelap
Di sisi senyap
Cemas merebak


Sabtu, 10 Januari 2026

BERAKHIR SEBAGAI SEPASANG KEKASIH

Menggadangi lilin yang berpendar kita duduk
Tak suara hanya saja malam bulan sabit
Kadang sinar mata kita saling berbalas
Namun tak jua kata menghilir hingga tanya

Waktu pun perlahan mengendap
Pikiran kita saling menelisik
Dari sudut mataku ku pupuk nyali
Barisan kata ku susun sebagai pinta

Setelah terdiam menikmati suasana
Aku bertanya nyaris berbisik. Maukah kau?
Matamu berbinar dengan segaris senyum
Lalu menganggukkan kepala dengan anggun

Rabu, 07 Januari 2026

MENGEJAR MIMPI

Malam ketika cahaya lampu teplok terengah
Ku mamah buku dengan sepenuh gairah
Sehingga ku dapati sebagai hikmah

Ketika kata-kata melanglang
Menjelajah dunia beserta imajinya
Seolah tiada batas antara mimpi dan pengetahuan

Setelah cukup belajar dan menangkap ilmu
Maka ku tiup padam lampu
Sambil membawa penat ku rebahkan tubuh

Sabtu, 03 Januari 2026

MENCARI

Tak pandang menelisik
Hanya saja ucap menyelidik
Tak keras namun menindih
Karena suasana terasa pedih merintih

Seperti sebuah mimpi buruk
Ruangan membeku dalam waktu
Aku hanya bisa membisu
Setelah segala duga prasangka menudingku

Bukti telah terpapar hingga amarah
Kata berserakan jatuh di lantai
Ku ambil setiap sumpah serapah
Ku telan saja semua hingga hatiku nyaris terburai

Kamis, 01 Januari 2026

RASANYA AKU INGIN MENITIKKANNYA

Bukankah rentang usia yang menautkannya
Demikian pula pertukaran jarak antara pikiran

Setiap ucapan adalah mantra
Memeluk batin hingga punjernya

Terkadang kata tak cukup untuk meraih 
Maka linangan air mata sebagai sajennya

Tapi ikatan tetaplah darah. Merahnya merah. 
Terangkai hingga membentur emosi

Ketika telah sampai waktunya
Mereka mendatangi untuk sungkem

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata