Di beranda angin
Musik mengusik
Syair memilin
Menjadi lamun
Lagu meniti
Nadanya menggenggam emosi
Segala tumpah di pelupuk
Menitikkan rindu
Not pamungkas
Sayup menghilang
Ketika musik usai
Hati pun kosong
Selasa, 10 September 2019
Minggu, 08 September 2019
PISAU
Matanya rebah di batu asah
Kilapnya muram dan gelisah
Lembar ingatan tertusuk
Sayatnya dalam dan membusuk
Bilah setajam lidah
Digenggamannya segala niat
Ketika irisan merobek luka
Lengannya mengandung tekad
Pisau telah kilau wajah
Air hanyutkan dengki
Ujungnya menatap gagah
Pangkalnya segenap bumi
Kilapnya muram dan gelisah
Lembar ingatan tertusuk
Sayatnya dalam dan membusuk
Bilah setajam lidah
Digenggamannya segala niat
Ketika irisan merobek luka
Lengannya mengandung tekad
Pisau telah kilau wajah
Air hanyutkan dengki
Ujungnya menatap gagah
Pangkalnya segenap bumi
Kamis, 05 September 2019
PERJALANAN KE PUSAT MATA
Perjalanan berbahan bakar waktu menuju mata sebagai pikiran
Mengirim fragmen sketsa dan warna pada matra ke tiga
Retina pengejawantahan lapar dahaga dengan rakus melahap segala bentuk
Tanpa mengayak, remahan titik garis dan aksentuasi ditelannya jadi intuisi
Dunia fisik dan jagad Alit melebur dalam satu kilatan kedip
Serentak dengan segala sakit menyebar memenuhi segenap kesadaran fana
Saling bersimbiosis menjadi benalu hingga berfusi dalam benak
Dan dimuntahkan menjadi warna warni metalik psikedelik bernuansa manik
Mengirim fragmen sketsa dan warna pada matra ke tiga
Retina pengejawantahan lapar dahaga dengan rakus melahap segala bentuk
Tanpa mengayak, remahan titik garis dan aksentuasi ditelannya jadi intuisi
Dunia fisik dan jagad Alit melebur dalam satu kilatan kedip
Serentak dengan segala sakit menyebar memenuhi segenap kesadaran fana
Saling bersimbiosis menjadi benalu hingga berfusi dalam benak
Dan dimuntahkan menjadi warna warni metalik psikedelik bernuansa manik
Rabu, 04 September 2019
SEPATU COKLAT TUA
Sepatu kulit berwarna kaki
Talinya mengikat tujuan
Debu telah memudarkan jarak
Permukaannya kerut sebab usia
Kusam dan kelupas terantuk luka
Sebagai catatan jejak langkah
Sepasang kaki kurus mematut
Kaus kaki membungkus keringat
Sepatu coklat tua berjingkat
Talinya mengikat tujuan
Debu telah memudarkan jarak
Permukaannya kerut sebab usia
Kusam dan kelupas terantuk luka
Sebagai catatan jejak langkah
Sepasang kaki kurus mematut
Kaus kaki membungkus keringat
Sepatu coklat tua berjingkat
Selasa, 03 September 2019
ARUS BALIK
Malam menyematkan purnama
Diantara pasang naik lintang luku
Dan perahu cadik yang melaut
Angin buritan mengembang layar
Meniti gelombang lintasi samudera
Riaknya terdampar di pasir pantai
Nyiur menggapai mengajuk
Memanggil anak Adam di penjuru
Temui ibu bumi sepi sendiri
Diantara pasang naik lintang luku
Dan perahu cadik yang melaut
Angin buritan mengembang layar
Meniti gelombang lintasi samudera
Riaknya terdampar di pasir pantai
Nyiur menggapai mengajuk
Memanggil anak Adam di penjuru
Temui ibu bumi sepi sendiri
Senin, 02 September 2019
HUJAN BUNGA DI ATAS BUMI
Kelopak bertebaran
Harumnya antara magis
Merahnya muda dan lembut
Tanah dimana tumpah
Darah disana kisah
Air mengalir sampai jauh
Terbang hujan ratapan angin
Pepohonan gemetar dingin
Bunga dan daun jatuh
Harumnya antara magis
Merahnya muda dan lembut
Tanah dimana tumpah
Darah disana kisah
Air mengalir sampai jauh
Terbang hujan ratapan angin
Pepohonan gemetar dingin
Bunga dan daun jatuh
Minggu, 01 September 2019
ORANG TUA DI ATAS GUNUNG
Rajawali melintas mengintai kematian
Matanya sembilu menghujam mangsa
Dari ketinggian menukik mencengkram
Memburu dengan cepat tepat efektif
Anak-anak kehidupan aman tersembunyi di puncak karang
Dengan bulu harapan menanti suapan dahaga
Ketika sang Raja dan Wali mendatangi
Mereka dicekoki mimpi dan candu
Hidangan utama adalah doktrin
Melumpuhkan segenap ingatan
Menyisakan taklid dan setia buta
Kebenaran hanya satu garis sempit, ucap adalah hukum
Setelah gemblengan lahir batin candradimuka
Tugas pertama adalah ujian yang dimulai dengan ritual
Segenap benda adalah senjata mematikan
Tubuh dan pikiran pun senjata pembunuh
Jika pahala tunai dan kemenangan didapat
Di atas gunung menanti segala kenikmatan
Surga dengan sungai mengalir di bawahnya
Dan wanita eksotis bidadarinya
Matanya sembilu menghujam mangsa
Dari ketinggian menukik mencengkram
Memburu dengan cepat tepat efektif
Anak-anak kehidupan aman tersembunyi di puncak karang
Dengan bulu harapan menanti suapan dahaga
Ketika sang Raja dan Wali mendatangi
Mereka dicekoki mimpi dan candu
Hidangan utama adalah doktrin
Melumpuhkan segenap ingatan
Menyisakan taklid dan setia buta
Kebenaran hanya satu garis sempit, ucap adalah hukum
Setelah gemblengan lahir batin candradimuka
Tugas pertama adalah ujian yang dimulai dengan ritual
Segenap benda adalah senjata mematikan
Tubuh dan pikiran pun senjata pembunuh
Jika pahala tunai dan kemenangan didapat
Di atas gunung menanti segala kenikmatan
Surga dengan sungai mengalir di bawahnya
Dan wanita eksotis bidadarinya
Langganan:
Postingan (Atom)
AGUSTUS KE DELAPAN SATU
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...