Selasa, 10 September 2019

KETIKA MUSIK USAI

Di beranda angin
Musik mengusik
Syair memilin
Menjadi lamun

Lagu meniti
Nadanya menggenggam emosi
Segala tumpah di pelupuk
Menitikkan rindu

Not pamungkas
Sayup menghilang 
Ketika musik usai
Hati pun kosong

Minggu, 08 September 2019

PISAU

Matanya rebah di batu asah
Kilapnya muram dan gelisah
Lembar ingatan tertusuk
Sayatnya dalam dan membusuk

Bilah setajam lidah
Digenggamannya segala niat
Ketika irisan merobek luka
Lengannya mengandung tekad

Pisau telah kilau wajah
Air hanyutkan dengki
Ujungnya menatap gagah
Pangkalnya segenap bumi

Kamis, 05 September 2019

PERJALANAN KE PUSAT MATA

Perjalanan berbahan bakar waktu menuju mata sebagai pikiran
Mengirim fragmen sketsa dan warna pada matra ke tiga
Retina pengejawantahan lapar dahaga dengan rakus melahap segala bentuk
Tanpa mengayak, remahan titik garis dan aksentuasi ditelannya jadi intuisi

Dunia fisik dan jagad Alit melebur dalam satu kilatan kedip
Serentak dengan segala sakit menyebar memenuhi segenap kesadaran fana
Saling bersimbiosis menjadi benalu hingga berfusi dalam benak
Dan dimuntahkan menjadi warna warni metalik psikedelik bernuansa manik

Rabu, 04 September 2019

SEPATU COKLAT TUA

Sepatu kulit berwarna kaki
Talinya mengikat tujuan
Debu telah memudarkan jarak

Permukaannya kerut sebab usia
Kusam dan kelupas terantuk luka
Sebagai catatan jejak langkah

Sepasang kaki kurus mematut
Kaus kaki membungkus keringat
Sepatu coklat tua berjingkat

Selasa, 03 September 2019

ARUS BALIK

Malam menyematkan purnama
Diantara pasang naik lintang luku
Dan perahu cadik yang melaut

Angin buritan mengembang layar
Meniti gelombang lintasi samudera
Riaknya terdampar di pasir pantai

Nyiur menggapai mengajuk
Memanggil anak Adam di penjuru
Temui ibu bumi sepi sendiri



Senin, 02 September 2019

HUJAN BUNGA DI ATAS BUMI

Kelopak bertebaran
Harumnya antara magis
Merahnya muda dan lembut

Tanah dimana tumpah
Darah disana kisah
Air mengalir sampai jauh

Terbang hujan ratapan angin
Pepohonan gemetar dingin
Bunga dan daun jatuh

Minggu, 01 September 2019

ORANG TUA DI ATAS GUNUNG

Rajawali melintas mengintai kematian
Matanya sembilu menghujam mangsa
Dari ketinggian menukik mencengkram
Memburu dengan cepat tepat efektif

Anak-anak kehidupan aman tersembunyi di puncak karang
Dengan bulu harapan menanti suapan dahaga
Ketika sang Raja dan Wali mendatangi
Mereka dicekoki mimpi dan candu

Hidangan utama adalah doktrin
Melumpuhkan segenap ingatan
Menyisakan taklid dan setia buta
Kebenaran hanya satu garis sempit, ucap adalah hukum

Setelah gemblengan lahir batin candradimuka
Tugas pertama adalah ujian yang dimulai dengan ritual
Segenap benda adalah senjata mematikan
Tubuh dan pikiran pun senjata pembunuh

Jika pahala tunai dan kemenangan didapat
Di atas gunung menanti segala kenikmatan
Surga dengan sungai mengalir di bawahnya
Dan wanita eksotis bidadarinya

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...