Senin, 07 Desember 2020

PERLAWANAN

Perlawanan adalah rakyat
Yang sejak lama diam
Hanya memandang benci
Dan bisik di ruang diskusi

Perlawanan adalah alat
Semenjak batu asah
Semenjak benturan kata
Hingga merah darah

Perlawanan adalah kita
Mayoritas tiada panggung
Menggeram dendam
Menusukkan hujah hingga luka

RUANG PUTIH

Setelah memejamkan mata
Pikiran melompati alam bawah
Sepenanak nasi kemudian, 
hanya ada kosong yang nisbi

Terus menerus tenggelam
Sehingga menjumpai dasar
Warnanya pijar putih
Sebuah kesadaran

Sabtu, 05 Desember 2020

NASIHAT

Aku dibangunkan di tengahnya malam
Di hadapan, ayah ibu serupa hakim dan penuntut
Aku duduk di kursi pesakitan
Sendiri, hanya ditemani kantuk

Ayah mulai bicara
Suaranya berat dalam. Nasehat
Di semua pengetahuan dan pengalamannya

Disebutnya siang dan malam
Besar maupun kecil
Dosa pahala
Hitam putih
Lelaki dan perempuan
Anak serta cucu
Sempurnanya nikmat

Ibu hanya diam
Matanya nyalang meng'amin'kan
Aku masih berjuang melepas kantuk

Nduk, 
karena kau telah umur, 
Ayah dan Ibu kian rapuh
Maka kuputuskan menerima lamaran Anakmas untukmu

Apalagi yang dicari
Dunia sudah digenggam
Tinggal keluarga belum dibangun

Aku hanya terduduk gelisah
Setengah mengerti setengah mengantuk
Berjuang membelalakkan mata
Namun sia-sia

Jumat, 04 Desember 2020

MENUNGGU CELAH HINGGA LENGAH

Memang saat tak pernah tepat sasaran
Ada saja kendalanya ketika merangkak
Namun hanya itu yang kita punya
Genggamlah erat jangan sampai tersesat

Adakalanya waktu perlu dikorbankan
Di atas altar kita bakar jasadnya
Sebagai persembahan puja
Harga yang diterakan untuk sebuah kesempatan

Namun jika sasaran tertancap anak panah
Sehingga mudah untuk ditangkap dan dikuliti
Semua harga yang terbayar jadi memadai
Karena kepuasan ada di hati, sayang

Kamis, 03 Desember 2020

PAHLAWAN DATANG PAHLAWAN PERGI

Pahlawan ditatah oleh pisau dedikasi
Remahannya berjatuhan menjadi pengabdian
Bahkan luka pengorbanan

Pahlawan tiada wajah
Tanpa nasab
Hanya titik dan garis yang bersinggungan

Pahlawan dilahirkan situasi
Dimatangkan oleh lelaku
Dilupakan waktu

Rabu, 02 Desember 2020

KEPADA YANG SERING MENYELINAP DI LAMUNANKU

Sesungguhnya aku tidak keberatan jika engkau menetap
Banyak ruang kosong untuk berbagi
Kau dapat bersemayam dengan tenang
Tidak terganggu ocehan tak jelas
Ataupun cercaan tanpa dasar
Apalagi kutuk hingga terpuruk

Pintu tak pernah tertutup rapat dan terkunci
Kau dengan leluasa dapat masuk tanpa uluk salam
Tak perlulah menyelinap hingga mengagetkan
Sebab kejutan menghilangkan jejak bahagia

Dalam ingatanku kau hanya puzzle yang tak lengkap
Sebahagianmu menjadi asap memerihkan mata
Tapi aku tetap merindui bagai Pungguk
Oleh karena itu datanglah bersegera
Tak perlu menyelinap, apalagi hanya numpang lewat

Selasa, 01 Desember 2020

BERTAMU KAWAN LAMA

Ada kejut di sana
Kenangan tahun mulai dibuka
Satu demi satu menjadi obrolan
Seolah semua baru kemarin tutup buku

Sambil mempersilahkan mencicipi teh dan kue
Bagaimana kabar si Anu
Sehat-sehat sajakah si Dia
Semua ingatan dikuras di atas meja

Sepeminum teh kemudian hanya sepi yang likat
Dan sesekali mencoba menyamakan kenangan
Setelah semua keingintahuan terbuka
Ternyata pertemanan telah asing oleh jarak dan waktu

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...