Rabu, 01 September 2021

INTRIK

Dari padepokan senjata Gandring
Sebilah keris ditempa dan diselundupkan 
Disematkan pada Kesatria Brahmana berhidung Sudra
Kepala penjaga Keakuwuan dan Kaputren

Seorang oportunis berjalan dengan congkak
Di punggungnya terselip keris
Keris pinjaman dari Arok
Keris kutukan tujuh turunan

Di malam gelap durjana
Bilah keris mengoyak perut
Racun warangan dengan cepat menjalar
Sang Tunggul Ametung terkapar tanpa nyawa

Penjaga temukan keris menghujam
Darah bersimbah di lantai
Ketakutan mencengkeram setiap nyali
Itu keris milik Kebo Ijo

Di ranjang Dedes tak dapat pejamkan mata
Di sisinya Arok, pembunuh suaminya, pulas
Di sisi lain, Umang madunya
Di perutnya janin keturunan sang Akuwu

Minggu, 29 Agustus 2021

PUSING

Pusing menyelinap melalui mata 
Menusuk langsung ke dalam otak
Separuh kepala diterjang nyeri
Sisanya tanpa daya mengiringi

Mata dipejamkan mencoba menepis
Cahaya meredup bayangan memudar
Setelah sekian waktu manjing dalam gelap
Sinar sontak menerjang lewat kelopak

Ku minum sebutir obat penghilang rasa sakit
Dan ku rebahkan tubuh di amben
Sejenak kemudian kesadaran hilang
Aku tak ingat apa pun, bahkan mimpi pun tak

Sabtu, 28 Agustus 2021

KEMARAU

Nampaknya kita berada tepat di tengah kemarau panjang
Angin pun hanya menyemai panas, 
bersembunyi di dedaunan yang jauh, 
dan ketika turun hanya lah meniup debu di mata

Kadang kala awan berarak mengelilingi matahari
Menyembunyikannya dari terang yang pijar
Tak lama kemudian mendung turun merebak
Tanpa hujan tanpa tangis, hanya mendung

Selembar daun terbang melayang
Melintasi siang yang temberang
Perlahan jatuh di tanah kering

Kawanan burung melintasi sunyi
Mengepakkan sayapnya pada siang yang lesi
Menggiringnya menembus cakrawala

Kamis, 26 Agustus 2021

PURNAMA

Purnama menggadangi malam
Anak rambutnya bermain ditiup angin
Di kolam ia bercermin
Di dasarnya lumut dan ikan kecil

Ketika air beriak tak dalam
Daun menyibak
Bayang bergerak
Senyum merebak

Dari ketinggian pohon kelapa
Diantara tandan muda
Purnama meletakkan bahunya sejenak
Sebelum melanjutkan pengembaraannya

Selasa, 24 Agustus 2021

NYAWA

Telah dicabut satu nyawa
Dan diletakkan di kolom obituari
Sebagai woro-woro bagi pembaca
Berharap istirahat dalam damai

Liang lahat telah digali
Agak keras karena kemarau
Sanak berkumpul sanak kembali
Hanya Kamboja yang menunggu

Rumah duka tempat bersimbah kenangan
Terkadang ada sedu sedan mengiringi
Rindu mendatangi dengan derai air mata

Kadang kau sambang di senyumnya genduk
Kadang di bola mata thole
Seringnya lewat angin lalu

Senin, 23 Agustus 2021

MAAF

Sebagaimana maaf diletakkan di luasan hati
Tiada sepatah kata jua tepat menghardik
Dengan setipis senyuman bijak bestari
Mendung hilang diterpa angin

Sesungguhnya maaf sebagai pagi berseri
Warnanya terang kemarau panjang
Tak hanya burung yang bernyanyi
Senyum pun menepis kelabu debu

Sekian maaf melesat hingga ujar
Suasana likat hingga canggung
Diam sebagai yang ke tiga
Dan dua ego kembali bertaut

Sabtu, 21 Agustus 2021

DI KURSI

Ketika itu pikiran riuh berkecamuk
Serupa fragmen tak lekang, tak lengkap
Tanpa duga kantuk menyelinap merabu mata
Dengung nyamuk pun tak kuasa menahan
Kaki selonjor tumit mencari lantai
Kedua tangan diletakkan di dada
Ingatan kian samar tak jelas
Selangkah lagi masuki alam kasunyatan


Seorang wanita muda mendatangi
Dengan senyum manis mengajak
Bukit-bukit terasa gundul hanya warna
Bahkan matahari tak kuasa panas
Di pinggir sungai tangannya bermain air
Lalu berbalik menatapku sambil melepas helai kainnya
Sekejap kemudian mataku nyalang menatap langit-langit
Ternyata semua hanya mimpi

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...