Sebilah keris ditempa dan diselundupkan
Disematkan pada Kesatria Brahmana berhidung Sudra
Kepala penjaga Keakuwuan dan Kaputren
Seorang oportunis berjalan dengan congkak
Di punggungnya terselip keris
Keris pinjaman dari Arok
Keris kutukan tujuh turunan
Di malam gelap durjana
Bilah keris mengoyak perut
Racun warangan dengan cepat menjalar
Sang Tunggul Ametung terkapar tanpa nyawa
Penjaga temukan keris menghujam
Darah bersimbah di lantai
Ketakutan mencengkeram setiap nyali
Itu keris milik Kebo Ijo
Di ranjang Dedes tak dapat pejamkan mata
Di sisinya Arok, pembunuh suaminya, pulas
Di sisi lain, Umang madunya
Di perutnya janin keturunan sang Akuwu