Sabtu, 18 Desember 2021

MALAMKU 2

Tubuhku rebah di dipan
Ketika itu kantuk belum lagi menusuk
Mata ku pejamkan untuk memancing
Pikiran perlahan jadi gelap yang mengendap

Sekian waktu ku buang percuma
Kepalaku terpilin oleh mimpi
Melintasi bawah sadar 
Menjadi sekumpulan tanya

Sambil tergolek di atas bantal
Muncullah segala benang kusut
Bertumpuk memenuhi alas tidurku
Sedangkan malam kian condong ke timur



Kamis, 16 Desember 2021

ANOMALI 2

Rendeng masih di tengah pusaran
Warnanya lebih hijau dari musim
Mendung dan kilat menemani
Namun hujan tak mendatangi

Malam kadang datang dengan gelisah
Serangga terbang tak tentu arah
Dari terang lampu beranda rumah
Terlihat musim memerah saga


Selasa, 14 Desember 2021

BENCANA

Bencana datang tiba-tiba
Tanpa kulo nuwun apalagi wajah
Tiada nasab pada musim
Sejurus mengamuk langsung remuk

Di reruntuhan mengalir air mata
Darah yang memerah saga, 
ketakutan yang menghantui, 
serta malam dan siang yang bercampur aduk

Ketika tenda ditinggikan tiangnya
Segala duka nestapa berkumpul
Dari mata yang hilang rona
Menetes doa-doa putus asa

Sabtu, 11 Desember 2021

BUKAN LULLABY

Tidurlah dengan jenak, nak
Bunuhlah semua keinginan
Ganti dengan mimpi
Hingga genap gelap malam

Tidurlah dengan lelap, nak
Singkirkan lapar hausmu
Seperti gadis korek api
Membakar tiap harapan

Tidurlah dengan damai, nak
Sebab amarah hanya milik si kaya
Sedang kita hanya miliki perut kosong
Dan mulut yang menganga

Kamis, 09 Desember 2021

DILEMA

(Kepada Rumini) 

Kau memilih mendekap ajal
Menjauhi pintu yang terbakar
Di ruang putih dengan abu panas 
Kau telungkup dan meringkuk
Sembunyi dari amarah api

Dari putus asa hingga pasrah 
Sebagai jarak terbentang
Sedetik diam terbetik ragu 
Hati pun takut hingga tekad
Maka rebah ia berkalang tanah

Selasa, 07 Desember 2021

MATI ANGIN

Telah banyak kita berkilah
Mulai merajuk hingga membujuk
Amarah serta aluamah
Bersitegang tentang kebenaran subyektif

Air mata pun menggenapi
Kata dan emosi tak melingkupi
Matamu tetap menatap, tajam
Berkilat menyiratkan, "tidak!"

Senin, 06 Desember 2021

ERUPSI

Erupsi melahap kehidupan
Amarahnya lava, membakar
Awannya panas menutupi pandang
Akarnya tercerabut dari perut bumi

Desa diterjang 
Sawah digenangi
Hutan terbakar
Hari kian panjang

Dari tumpukan abu vulkanik
Kehidupan berkecambah
Ronanya matahari pagi
Tumbuh menatap langit


LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...