Sabtu, 09 April 2022

WAJAH BULAN

Di sana lah bulan digantung
Wajahnya terlihat muram
Serinya temaram hingga buram
Sembunyi di bilik malam

Disamarkan oleh gelap
Bulan nyaris tak senyum
Dan awan sebagai jemari perawan kencur
Menutupi malu wajah

Ketika itu malam kian larut
Bulan bertengger di pucuk angsana
Dari Selatan angin bertiup seperti selendang
Membawa kabar nun jauh

PANDEMI BERGANTI

Pandemi telah berganti wajah
Tersiram derasnya hujan musim
Terbasuh angin samum
Terkapar di bumi lata

Dan matahari tetap sembunyi
Wajahnya malu sebab awan
Orang berkeliaran tanpa takut
Berdesakan di keramaian yang rentan

Kamis, 07 April 2022

MENANGIS DI TENGAH HUJAN

Tiada sedu sedan bahkan isak di dada
Tangis tersedak sejenak di kerongkongan
Air mata mengalir di pipi dan jatuh ke tanah sebagai air hujan

Hujan kian deras seperti sembilu pada luka
Pada wajah yang tengadah langit
Air jatuh menitik menjadi air mata

Pada permukaan dimana duka nestapa
Basah hingga di bawah kaki langit
Air menjadi mata air bagi air mata

Rabu, 06 April 2022

KAMIS MALAM JUM'AT DI KAMAR

Malam belum sampai di tengah
Suara dentang jam mengisyaratkan
Sepasang cicak berkejaran
Melepas insting paling purba

Malam telah mendekati tengah
Jam serta kopi menolak kantuk
Ekor cicak putus dan jatuh di lantai
Menggeliat serupa cacing kepanasan

Malam telah melewati tengah
Mata terasa berat dan lelah
Lagu blues merintih meninabobokan
Sepasang cicak berlari berlawanan arah

Selasa, 05 April 2022

GHIBAH

Dibakarnya segala prasangka 
Sebagaimana api, dengkilah kayu bakarnya
Lidahnya berkobar liar 
Hingga hati pun gosong

Layaknya sekam 
Asapnya hanya sedikit mengepul
Ketika angin bertiup
Tak ada kalah jadi abu

Di tungku kersang kerontang
Segala prasangka ditubuhkan
Hingga bertiwikrama menjadi hasut
Memenjarakan kebajikan dengan cemburu

Senin, 04 April 2022

BUNGA SETANGKAI

Di batas angin ia menari
Pada tangkainya ia melenggok 
Menanggung beban

Keindahannya sebagai birahi lebah
Warna yang memudar
Sebelum lenyap ditelan waktu

Tak bunga tak lebah
Hanya kelopak jatuh di tanah

Tiada tangkai rebah
Sekedar daun menguning

Jumat, 01 April 2022

BULAN HARAM

Tiba-tiba Ramadhan bertandang lagi 
Lalu diam dan menanti di teras senja
Dengan santun mengetuk pintu
Wajahnya yang manis kurma nampak di sejauh horizon
Datangnya ditemani hujan dan angin

Ku sambut Ramadhan dengan riuh 
Minyak goreng yang meroket
Bensin yang membumbung
Kebutuhan sehari-hari yang kian jauh dijangkau
Serta kemarau yang sembunyi entah di mana

Ramadhan tetap datang
Membawa oleh-oleh
Lapar dan haus
Saur dan buka
Waktu yang melambat
Tarawih
Qiroatul Qur'an
Malam Qodar
Ampunan
Dengan hadiah utamaNya, Fitri!. 

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...