Jumat, 09 Agustus 2024

BINTANG MATI

Melalui waktu dibentangkannya jarak
Kemudian memadat hingga berkerut hitam
Ketika gaya kian kuat menghisap
Cahaya jua terperangkap di dalamnya
Akhirnya iapun kerdil sebagai anak bajang
Lalu terburai seperti debu kosmis

Selasa, 06 Agustus 2024

INGATKAH KAU?

Masih ingatkah kau,
ketika tatap kita saling  menelisik

Masih ingatkah kau,
senyum likat kita tersungging oleh canggung

Masih ingatkah kau,
derai tawa kita ketikanya udara memuai memenuhi rongga

Masih ingatkah kau, 
pantai tempat kita melarung impian

Masih ingatkah kau,
makan malam di kaki lima yang berisik dengan pengamen yang menjajakan lagu cinta

Masih ingatkah kau, 
lelehan es krim antara bibirmu yang rekah

Masih ingatkah kau,
titik air jatuh menabuh di teritis

Masih ingatkah kau,
ketika bulan muda seperti pelepah membuntuti ayun langkah 

Masih ingatkah kau,
malam saat bintang melirik dengan malu-malu ketika Lingga bersua Yoni

Masih ingatkah kau,
ketika rutinitas membentangkan jarak dan waktu di antara rindu dendam

Masih ingatkah kau,
tatapmu, bencimu, ketika sinar mata hanya menyisakan remahan kasih sayang

Masih ingatkah kau?

Jumat, 02 Agustus 2024

DRAMA CINTA DALAM SATU BABAK

Dengan sebilah keris ku lubangi dadanya
Racun warangan dalam hitungan denyut nadi melesak 
Nafasnya tinggal satu dua
Cahaya matanya kian memudar

Langit ketika itu menahan tangis
Malam pun hitam sehitam elmaut
Dan senyumnya berubah seringai
Seolah tak percaya ia meregang nyawa

Selamat tinggal cinta
Ini adalah keadilanku
Dia tak kuasa atas tubuhmu
Aku tiada mendapatkan hatimu

FRAGMEN MALAM

Dibawah temaram lampu merkuri yang telanjang
Warna warni berpendar kuning
Aromanya campuran asap kretek dan bau keringat kemarau

Dijajakannya sebilah nasib
Di balik semak ia mengundang
Dan malam kian bunting tua

Kokok ayam jantan pertama membelah sunyi
Kopi hanya ampas dihempas keharibaan 
Rejeki tak pernah tertukar, hanya berpihak

Selasa, 30 Juli 2024

PENALTI

Sudahkah kau sadari 
Setiap kesalahan memberi sangsi
Tak jua dihindari
Semoga saja bijak bestari

Tundukkan lah hati
Sebab sinar mata dapat menghantar benci
Jika setiap amarah adalah kebodohan
Maka kesalahan sebagai pemantiknya

Cobalah berkompromi dengan waktu
Lalu bacalah setiap pertandanya
Setelah itu bersaksilah di hadapan sidang yang terhormat 
Dan ketika palu diketuk dijatuhkannya hukuman sebagai putusan 

Minggu, 28 Juli 2024

MENGGAPAI (MASA DEPAN)

Sudahkah kau melangkahkan harapan
Tak usah lah melompat terlalu jauh
Sebab onak bisa melukai 
Cukupkan jejak di pasir sebagai pertanda

Siapkan saja rencana sebagaimana jaring
Umpannya setangkup pengetahuan
Dari banyaknya kegagalan yang terperangkap 
Mungkin mendapatkan satu dua lokan mutiara, jika beruntung 

Janganlah lupa lantunkan doa mantra sebagai kail
Ditambah usaha sebagai jorannya
Sehingga ketika berserah dengan pasrah
Pada ujaran kuno tertulis, Ud'unii Astajib Lakuun

Selasa, 23 Juli 2024

HANYA SANGGUP MENDOAKAN

Kau melangkah lekas, nak
Hingga hilang bayang di naungan
Mataku tak dapat menangkap sosokmu
Hanya sekelebatan yang memudar

Mimpimu memang melanglang jauh, nak
Perlu tangan dan kaki yang getas
Pengorbanan sebagai waktu 
Serta kecewa lara uba rampenya

Kau pun kian kenangan, nak
Rindu dendam jadi jejaknya
Aku hanya bisa memelukmu dalam doa
Dan basah air mata

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...