Selasa, 13 Agustus 2024

PERJALANAN

Sepanjang jalan angin berkesiuran
Meliuk ke kiri dan kanan
Berkejaran dengan tiang listrik dan pepohonan

Mobil melaju terus ke depan
Saling silang saling salib
Meninggalkan jejak polusi

Di tepi marka berbaris kedai
Aroma kudapan memanggil
Mari istirahat dengan tembakau dan kopi

Telah lenyap lesu lelah
Perut kenyang bensinpun penuh
Kita lanjutkan perjalanan

REKREASI

Siapkan saja hati yang riang gembira
Kita taruh bagasi dan lelah di belakang
Melewati kemarau panjang dan berangin
Menuju siang terik mentari di pantai

Kau berteriak nyaring menyongsong ombak selatan
Antara tawa dan jerit ketakutan 
Kaki kita terkubur di pasir putih
Hatipun berbunga dihempas riak gelombang 

Ketika siang sedikit condong
Yang ke tiga adalah lapar
Walaupun capai belum lagi tuntas
Maka nikmati saja hidangan hingga lunas

Ayo, langit telah berganti menjadi lembayung
Mari berkemas dan mandi di pancuran
Dengan sisa-sisa bahagia dan kantuk
Kita bawa pulang kenangan dengan mobil

Minggu, 11 Agustus 2024

BERBURU SEKOLAH

Siapkan saja nilai hingga setumpuk stres
Bebankan pada pikiran hingga gamang
Cemas sebagaimana harapan disunggi tinggi

Lalu undang mengundang
Test ke test
Gelombang demi gelombang

Berjibaku antara jarak dan waktu
Demikianlah capai lelah 
Akhirnya bangku hanya dikepung oleh uang


Jumat, 09 Agustus 2024

BINTANG MATI

Melalui waktu dibentangkannya jarak
Kemudian memadat hingga berkerut hitam
Ketika gaya kian kuat menghisap
Cahaya jua terperangkap di dalamnya
Akhirnya iapun kerdil sebagai anak bajang
Lalu terburai seperti debu kosmis

Selasa, 06 Agustus 2024

INGATKAH KAU?

Masih ingatkah kau,
ketika tatap kita saling  menelisik

Masih ingatkah kau,
senyum likat kita tersungging oleh canggung

Masih ingatkah kau,
derai tawa kita ketikanya udara memuai memenuhi rongga

Masih ingatkah kau, 
pantai tempat kita melarung impian

Masih ingatkah kau,
makan malam di kaki lima yang berisik dengan pengamen yang menjajakan lagu cinta

Masih ingatkah kau, 
lelehan es krim antara bibirmu yang rekah

Masih ingatkah kau,
titik air jatuh menabuh di teritis

Masih ingatkah kau,
ketika bulan muda seperti pelepah membuntuti ayun langkah 

Masih ingatkah kau,
malam saat bintang melirik dengan malu-malu ketika Lingga bersua Yoni

Masih ingatkah kau,
ketika rutinitas membentangkan jarak dan waktu di antara rindu dendam

Masih ingatkah kau,
tatapmu, bencimu, ketika sinar mata hanya menyisakan remahan kasih sayang

Masih ingatkah kau?

Jumat, 02 Agustus 2024

DRAMA CINTA DALAM SATU BABAK

Dengan sebilah keris ku lubangi dadanya
Racun warangan dalam hitungan denyut nadi melesak 
Nafasnya tinggal satu dua
Cahaya matanya kian memudar

Langit ketika itu menahan tangis
Malam pun hitam sehitam elmaut
Dan senyumnya berubah seringai
Seolah tak percaya ia meregang nyawa

Selamat tinggal cinta
Ini adalah keadilanku
Dia tak kuasa atas tubuhmu
Aku tiada mendapatkan hatimu

FRAGMEN MALAM

Dibawah temaram lampu merkuri yang telanjang
Warna warni berpendar kuning
Aromanya campuran asap kretek dan bau keringat kemarau

Dijajakannya sebilah nasib
Di balik semak ia mengundang
Dan malam kian bunting tua

Kokok ayam jantan pertama membelah sunyi
Kopi hanya ampas dihempas keharibaan 
Rejeki tak pernah tertukar, hanya berpihak

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...