Diiringi yel-yel yang menyihir
Darah yang menyuburkan pertiwi
Menyembur deras dari leher dukana
Perpisahan oleh jarak dan waktu
Juga oleh ideologi dan dengki
Saudara yang dijagal
Sebagai korban persembahan anak altar
Kemenangan dengan dalih pembebasan
Pembebasan yang menindas
Seperti mata pisau keadilan
Yang hanya mau menusuk
Tidak mengasah
Setelah tahun-tahun yang menangis
Kesaktian dibungkus segala dongeng
Dihiasi mitos dewa dewi durjana
Mata hanya menerima silau
Segala omong kosong pengamalan dan penghayatan
Menjadi agama baru bagi perut buncit
Disuntikkan ke jiwa yang kosong
Sehingga kebenaran menjadi hak penguasa