Minggu, 30 November 2025

IJAZAH

Siapkan saja segepok uang sebagai mahar
Ku tebus gelar untuk mendampingi nama
Tak perlu kuliah apalagi ujian
Cukup jika terdaftar dan setor foto

Karena sekolah di ruko
Maka inagurasi di hotel bintang
Wisuda di bawah lampu dan kamera
Maka lengkaplah sarjana tersemat

Rabu, 26 November 2025

QODHO QODAR

Disapihnya keringat oleh matahari kemarau 
Dagangannya menumpuk dengan lesu
Orang hanya lalu lalang dan acuh
Perutnya yang tipis menahan lapar oleh asap tembakau

Tangan kurusnya menunjuk memanggil menawarkan
Seorang ibu berhenti dan menatap
Ditawarnya barang seharga modal
Dan ia minta tambah sedikit agar tak rugi

Sore telah menghadang
Sesiangan barang hanya laku dua
Dagangan segera dibereskan
Demikian hari inipun tuntas 

Kamis, 20 November 2025

MENYAMBUNG SANAK

Ah, ikatan itu!,
yang menyusun kenangan
Terbit kembali dalam ingatan
Seolah memanggil dan merangkul

Ku batin namamu 
dengan segala mantra
Wajahmu senyum 
dan rindu menggelandang

Sambil duduk di kursi beranda 
Ku coba menyusun puzzle ingatan
Terasa hanya datang samar yang  mendatangi
Seringnya hilang ketika mata  berkedip

Lalu ku bulatkan tekad
Dengan telpon aku mencari jejakmu
Ketika tombol ditekan
Suara kring memanggapai rindu

Selasa, 18 November 2025

KULLU NAFSIN DZAAIQOTUL MAUUT

Telah sampai batas hidup mati
Ketika nafas akhirnya berhenti
Dan peluh di pelipis 
Tanda selamat tinggal pada ibu bumi

Sekadar sedih dirundung keluarga 
Ucapan bela dan sungkawa
Setelah selesai disholati
Iring-iringan mengantar hingga istirah terakhir

Minggu, 16 November 2025

SUNGGUH HUJAN DATANG TIBA-TIBA

Senja masih digantung
Ketika aku di kamar, mandi
Tiba-tiba suara hujan menimpa genteng 
Tanpa kulo nuwun tanpa mendung

Karena atap bocor
Hujan menetes di sela-selanya
Aku mandi tergesa
Air bercampur 
Busa sabun menghambur

Suara hujan serupa pasukan berkuda
Ditimpali gledek yang menggerung
Angin juga tak ketinggalan
Meniup hujan hingga Maghrib menjelang

Setelah sepenanak nasi hujan pun reda
Tapi langit masih menggeram
Mengancam malam dengan dingin dan gerimis 

Jumat, 14 November 2025

NGUNDUH MANTU

Setelah menelisik, 
menyelidiki hingga bibit, 
menelusuri seberapa bobot, 
menilik segenap bebet

Ku sodorkan foto seorang gadis, 
ku hadapkan pada wajah Thole, 
ku doakan dengan segenap hati,
ku berharap keduanya semeleh

Setelah debat tentang idealis, 
maka sampai pada kompromi
Setelah kebulatan tekad
Di awali dengan Bismillah berangkat melamar

Rabu, 12 November 2025

TIDUR KEPATI

Ku rebah tubuh pejamkan mata
Lalu mimpi menggadangi malam
Segala pikiran yang memenuhi siang
Teronggok di pojok ruang

Hening sendiri adalah dengkur 
dengung nyamuk
dan temaram lampu tidur
dan jam dinding yang terpekur 

Ruang dan waktu nyata kian menciut
Menanggalkan segenap lelah lesu
Dari jendela angin perlahan mengetuk 
Membisik lagu nina bobo dengan lembut 

Sabtu, 08 November 2025

DI PERSIMPANGAN HATI

Ragu sebagai langkah kaki berderap 
Mencoba menjajaki harapan 
Dengan tergagap dibacanya rambu tanda
Seolah mencoba meyakinkan hati gundah

Setelahnya menimbang duka
Maka terhitung dahaga luka
Sebab memutuskan serupa mengerat tali
Dan perpisahan adalah harga yang berperi

Ketika kesadaran datang bagai menyengat
Waktu seolah berhenti sejenak
Dari persimpangan tiada ujung
Jalanpun kembali terentang lurus

Senin, 03 November 2025

SERBA SALAH

Kau hanya melontarkan sekecap ucap
Hingga menampar wajah 
Aku langsung terperangah
Hendak kujawab tak namun hilang kata

Kaki terasa berat untuk melangkah 
Namun hati telah pecah ratna
Antara ucap dan tindakan 
Hanya ada ragu diantaranya 

Hanya bisu yang hening
Dan tatapan mata bening
Kepalaku tertunduk
Serba salah dan kikuk

Sabtu, 01 November 2025

BULAN DAN NOVEMBER

Oktober tengah hilang warna
Sebab mendung menggenangi musim
Hujan yang malu berderai
Menggiring bulan ke haribaan

Tiada gita puja menggaung
Hanya dengung serangga 
terperangkap nyala lampu
Madah kelana bagi sang Dewi

Beranda November selayaknya digelar
Karena hujan acap bertandang tak jua jam
Sambil menebar aroma tanah basah
Menggugah biji dan umbi dari tidurnya

Dan bulan terbit tanpa riasan
Berwajah muram tiada handai taulan
Gemintang meninggalkan langit dunia
Bahkan angin tak mau sudah

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata