Garasi serupa perut ibu mengandung
Hangatnya bercampur bau oli bekas
Kendaraan diam di remang lampu
Istirahat setelah mengukur jarak
Pintu, penyekat dan penjaga garba
Jalan lahir menuju dunia ramai
Pemisah antara rahim dan jagad fana
Engselnya berkarat karena sering mengangkang
Lantainya berwarna bata kusam
Ada jejak motif ban terpotong di pintu
Ceceran oli seperti bercak pendarahan
Menetes dari nadi di perut
Kadang cicak berkejaran rebutan wilayah
Di plafon, lampu mengedip genit
Merayu dan mengundang serangga datang
Kesanalah cicak menuju makan malamnya
Rabu, 10 Juli 2019
Minggu, 07 Juli 2019
LAMPU TAMAN
Di tiang tertinggi malam kemarau
Lampu berpendar bahagia
Berbagi cahaya kunang-kunang
Menjamah ramah segenap daun
Yang tunduk sebab kantuk
Kamasutra birahi serangga
Habiskan remang dengan tarian cinta
Pamer elok dan merebut perhatian
Hingga tersisa sang juara pongah
Membuahi betina yang siap menyantapnya
Lampu taman serupa altar pengorbanan
Di bawahnya berserak putus asa
Para ronin terbang mengejar cahaya
Dengan laku brahmana kesatria
Membenturkan tubuh pada lampu
Ketika terang tanah telah bumi
Segenap cahaya lampu mengerut
Terpenjara dalam sempit bohlam
Perlahan pendarnya sekarat
Dilibas oleh senyum mentari pagi
Lampu berpendar bahagia
Berbagi cahaya kunang-kunang
Menjamah ramah segenap daun
Yang tunduk sebab kantuk
Kamasutra birahi serangga
Habiskan remang dengan tarian cinta
Pamer elok dan merebut perhatian
Hingga tersisa sang juara pongah
Membuahi betina yang siap menyantapnya
Lampu taman serupa altar pengorbanan
Di bawahnya berserak putus asa
Para ronin terbang mengejar cahaya
Dengan laku brahmana kesatria
Membenturkan tubuh pada lampu
Ketika terang tanah telah bumi
Segenap cahaya lampu mengerut
Terpenjara dalam sempit bohlam
Perlahan pendarnya sekarat
Dilibas oleh senyum mentari pagi
Jumat, 05 Juli 2019
KAMAR ANAK
Adalah keceriaan yang coba dilukis di tembok
Dengan warna warni yang tersenyum manis
Peraduannya memeluk hangat tiap lelap
Dengan motif dongeng bunda sebelum tidur
Adalah ruang mimpi dimana bertualang ada di setiap nafas
Mendaki perbukitan fantasi dengan tangga pelangi
Berburu mengendap dan menembaki kawanan binatang eksotis
Menyapih lelah di bawah tenda selimut bergaris
Adalah tempat tumbuh segenap benih khayal
Menyiramnya dengan bacaan juga kasih sayang yang membuncah
Menjadi pokok pohon yang mengait langit
Dan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu goliath berwarna cerah
Dengan warna warni yang tersenyum manis
Peraduannya memeluk hangat tiap lelap
Dengan motif dongeng bunda sebelum tidur
Adalah ruang mimpi dimana bertualang ada di setiap nafas
Mendaki perbukitan fantasi dengan tangga pelangi
Berburu mengendap dan menembaki kawanan binatang eksotis
Menyapih lelah di bawah tenda selimut bergaris
Adalah tempat tumbuh segenap benih khayal
Menyiramnya dengan bacaan juga kasih sayang yang membuncah
Menjadi pokok pohon yang mengait langit
Dan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu goliath berwarna cerah
TAMAN KECIL BELAKANG RUMAH
Kumbang kerap datang dan kecewa
Hanya warna daun yang menyapa
Sedikit rumput teki meranggas
Kerikil kecil mengepung jalan setapak Membelah taman serupa garis rambut
Ujungnya tenggelam di kolam kecil
Suasana temaram teraling tembok
Halangi mentari menjamah sudut
Langsung lompati terik duduki sore
Bertelekan batu menatap dedaunan
Menghirup kopi beraroma kacang
Senja perlahan menutupi taman
Hanya warna daun yang menyapa
Sedikit rumput teki meranggas
Kerikil kecil mengepung jalan setapak Membelah taman serupa garis rambut
Ujungnya tenggelam di kolam kecil
Suasana temaram teraling tembok
Halangi mentari menjamah sudut
Langsung lompati terik duduki sore
Bertelekan batu menatap dedaunan
Menghirup kopi beraroma kacang
Senja perlahan menutupi taman
Rabu, 03 Juli 2019
TELEVISI MENYALA SEMALAMAN
Gemerisik suara melompat dari televisi
Tiada menegur cecak yang berkejaran
Cahayanya silaukan ruang malam
Dan adik tertidur di sofa merangkul mimpi
Ketika gambar lenyap garis dan titik
Adik menguap meregang kantuk
Berjalan gontai menuju tombol mati
Mengunci pintu dan lanjutkan tidur
Tiada menegur cecak yang berkejaran
Cahayanya silaukan ruang malam
Dan adik tertidur di sofa merangkul mimpi
Ketika gambar lenyap garis dan titik
Adik menguap meregang kantuk
Berjalan gontai menuju tombol mati
Mengunci pintu dan lanjutkan tidur
Senin, 01 Juli 2019
MENANTI DI STASIUN
Bangku besi dan calon penumpang
Jam menatap kereta kan tiba
Langit-langit tinggi hingga kejauhan
Mengejar awan berarak
Rel masih lintasi stasiun
Mengantar rindu hingga horizon
Pegawai menatap lewat pintu
Lokomotif mendengus menyibak
Kereta berhenti dan menanti
Gerbongnya berderet panjang
Kepala stasiun meniup peluit
Kereta bergerak tinggalkan pengiring
Jam menatap kereta kan tiba
Langit-langit tinggi hingga kejauhan
Mengejar awan berarak
Rel masih lintasi stasiun
Mengantar rindu hingga horizon
Pegawai menatap lewat pintu
Lokomotif mendengus menyibak
Kereta berhenti dan menanti
Gerbongnya berderet panjang
Kepala stasiun meniup peluit
Kereta bergerak tinggalkan pengiring
PIANO
Piano telah lama senyap
Bilahnya lupa cara menabuh
Senarnya kaku membisu
Taplaknya beludru pudar
Memajang foto-foto tua
Dan kisah yang berdebu
Dahulu jemari kerap menari
Berlompatan dan berdenting
Menyusuri tuts dan bernyanyi
Not berdesakan antri berbunyi
Tangan dan mata membaca irama
Musik mengalun memadati ruang
Beberapa piala menyumbang prestasi
Sebab kerja keras tekun berlatih
Dan piano memajangnya. Bangga
Bilahnya lupa cara menabuh
Senarnya kaku membisu
Taplaknya beludru pudar
Memajang foto-foto tua
Dan kisah yang berdebu
Dahulu jemari kerap menari
Berlompatan dan berdenting
Menyusuri tuts dan bernyanyi
Not berdesakan antri berbunyi
Tangan dan mata membaca irama
Musik mengalun memadati ruang
Beberapa piala menyumbang prestasi
Sebab kerja keras tekun berlatih
Dan piano memajangnya. Bangga
Langganan:
Postingan (Atom)
AGUSTUS KE DELAPAN SATU
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...