Senin, 14 Oktober 2019

MENGETUK PINTU SURGA

Seonak duri
Melintang di sepi jalan
Tangan menepi
Cegah mengalir luka

Anjing kurus julurkan lidah
Kakinya timpang luka
Tangan pendosa menarik timba
Membasuh dahaga

Genap seratus nyawa tikam
Antara jarak dan kematian
Lelah memanggul sesal
Hingga lebih satu langkah

Satu per satu bintang padam
Tangan tengadah pada malam
Doa naik ke langit dunia
Air mata senyap di sajadah

Rabu, 09 Oktober 2019

TANPA BINTANG

Tirai ditanggalkan senja
Lenyap tertiup angin
Di rembang malam
Jangkrik mengerik

Bentang kelam digelar
Tutupi langit telanjang
Semak perdu hilang bayang
Kunang-kunang berkedip

Pepohonan meregang lelah
Bermimpi tentang hujan
Dan di luasan cakrawala
Tatap tetap tanpa bintang

Selasa, 08 Oktober 2019

BERNAFAS

Mengintai nasib dalam setarikan nafas
Serupa mencabik dari sesuatu yang padu
Pecah berkeping dan memuai berserak
Menjadi semesta kesadaran Jagad Alit

Dan nafas terengah mengecap hidup
Rasuki jiwa-jiwa tenang dengan harap
Tenggelam di dasar hening cipta. Tetap

Sekilas nafas meretas tulisan nasib
Sebagai tunai janji sejuta bintang

Nafas bernafas dalam nafs

Minggu, 06 Oktober 2019

PASUNG

Pasung mendatangi kata
Dingin rautnya tanpa emosi
Memotong lidah dengan pisau bermata dalil
Dan tafsirpun sekarat

Ketika kata telah terbaring
Tatapnya kosong
Seperti anjing buduk mendengking
Dimamahnya segala yang dibisikkan

Dan pasung melepas cengkraman
Dibilasnya kata dalam kawah candradimuka
Sehingga bermetamorfosis lebih indah
Menjadi kata tanpa makna

MEREKA BERUBAH

Setidaknya mereka pernah bersama
Berkompromi di hadapan waktu
Tentang janji sejuta bintang
Dan tenggelam dalam kubangan rutinitas

Sepertinya mereka mencoba merangkap janji
Menisik setiap robekan duka amarah
Mengukir jarak di rentang angin Barat
Dan gairah asmara hanya predikat

Seharusnya usia menghilangkan dikotomi
Mengasah pisau kasih dengan batu ujian
Lebur menjadikan kita tiada berjarak aku dan dia
Dan cadik membelah riak memecah ombak

Akhirnya yang tersisa hanya memunggungi luka
Serupa rasa asing karang di laut luas
Bersikukuh menggenggam kebenaran
Dan mereka berubah

Rabu, 02 Oktober 2019

ZIARAH

Terasa jauh jarak kematian
Bayangnya tak serupa malaikat maut
Pohon Kamboja di samping nisan berlumut
Kembangnya berjatuhan

Pusara dimana kita bersimpuh
Doa dan dupa terbang ke langit biru
Sambil tercenung diusap angin kemarau
Mencoba mengingat gurat dirimu

Seperti ritual puja
Kembang ditabur sekujur
Air disiram setaman

Jejak langkah menjauh
Punggung berpaling
Tinggalkan sepi sendiri

Selasa, 01 Oktober 2019

KEMANAKAH BUNGA HILANG

Setangkai bunga di luasan musim
Cengkraman akarnya di bahu angin
Kelopaknya mekar perawan kencur
Meniti birahi semerbak harum

Setangkai bunga gairah pagi
Warnanya ranum mentari
Melenggok serimpi tari
Lebah memburu dari penjuru sunyi

Setangkai bunga bunting tua
Menghela setarikan nafas
Melepas benih cinta
Senyapkah mereka lenyap?

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...