Minggu, 31 Mei 2020

TEMBAKAU

Tembakau adalah budaya
Menyunggi bibir merah sirih si mbok
Ketika hari panas berangin merabu mata
Dan uyon-uyon membisikkan kantuk

Abah menyalakan korek minyak tanah
Disulutnya rokok klobot yang terselip di bibir
Dengan tenang duduk di beranda sambil menghisap
Di atas para-para burung berkicau dan bernyanyi

Tembakau adalah industri
Limbahnya terukur
Kemasannya menjual
Peringatannya menghibur

Pajaknya subsidi silang dengan kesehatan
Tempat mengais rejeki dari hulu hingga hilir. Pabrik dan produk
Lobi konsesi dan tawar menawar kepentingan
Kartu yang dimainkan pemenang

Tembakau adalah kita
Aktif maupun pasif
Udara yang dihirup
Budaya yang hidup


SILANG PENDAPAT

Ide sering terperosok
Jatuh ke dalam kubangan argumen
Saling menyerang dengan pisau pengetahuan
Menusuk akal sehat

Strategi adalah sejumlah luka di tubuh musuh
Ditembus oleh sumpah serapah
Dipicis dengan dengki dan hasud
Hingga ego menang mutlak

Jumat, 29 Mei 2020

SANDYAKALA 1

Burung gereja masih hinggap
Usia diam dalam sekejapan
Sebab tiada angin
Sisanya hanya lelah
Dan degup tanda hidup

Awan kelabu dilapisi lembayung
Mata tua memandang
Menyimpan rindu dendam 
Menyandang rabun senja
Lalu lenyap dalam senyap

Kamis, 28 Mei 2020

BAWA AKU PULANG

Setelah sekian lintasan mentari dan hitungan purnama
Usia nyaris dipenuhi uban
Sejarah usang dimakan ngengat
Jejak kaki tersesat tinggalkan mata angin
Bawa aku pulang

Ufuk tertatih di belakang
Menjauhi punggung horison
Jaraknya adalah waktu yang terbuang
Sedang sisanya hanya ikuti musim
Bawa aku pulang

Langkah terakhir tertangguh
Karena beban menanggung
Selebihnya hanya sakit penyakit
Hati tetap menatap kampung halaman
Bawa aku pulang

Rabu, 27 Mei 2020

DI UJUNG JALAN DHOHO

Di selatan jalan
Perempatan
Sebuah becak belok ke kiri melintasi jaman
Bergumul dengan keramaian

Klakson menjerit
Membelah
Pertokoan telah senja tetap berbaris
Sembunyi di punggung pedagang kaki lima

Papan iklan tiada semarak
Pelayan toko tak ada semanak

Di ujung jalan Dhoho
Selalu memiliki perspektif

Senin, 25 Mei 2020

RUMAH KOSONG

Lampu menyala di teras siang
Berbisik di benak, "rumah kosong"
Di halaman daun kering berserakan
Tidak mengenal sapu hanya angin melintas

Pagar besi disatukan oleh gembok
Gerobak sampah tiba dengan pacul dan linggis
Berhenti dan sekejap menatap lampu sunyi
Kemudian mengais sampah mencari rongsok

Lampu melewati malam ditemani serangga
Kaca rayband menghalangi pandang
Kepak sayap dan jangkrik mengerik

Malam bediding lampu berkedip
Sosok bayang lompati pagar
Di depan pintu keluarkan linggis

Minggu, 24 Mei 2020

KURSI MERAH TUA

Kursi itu bersandar di tembok
Menemani telpon rumah yang jarang berdering
Sudut paling debu

Dulu kita bertukar kabar
Tenggelam dalam kata-kata
Kursi itu menampung dusta

Waktu telah ruang
Kursi itu setia dan usang
Diam dan lengang

KEBAKARAN

Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan Api berkobar karena salah kemarau Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga Tiada ada dosa puntun...