Jumat, 10 November 2023

ANGIN AKHIR KEMARAU

Angin kemarau melesak, masuk, 
di siang yang kering, 
lewat jendela pintu yang terkuak, 
lalu berkubang di seantero ruang 

Aku duduk bersandar di sisi. Di tembok
Keringat menetes menganak sungai
Menggenapi kulit, terlebih baju
Kantukpun tak dapat menampik sumuk

Dengan senyap angin mendatangiku, memeluk
Berjingkat di sekujur tubuh hingga bercampur keringat
Sejenak sejuk dan nyaman menyelimuti
Sekejap kemudian terbang melenggang menuju pintu utara

Sabtu, 04 November 2023

DIMANA CINTA MENABUH

Satu. 
Pada mulanya adalah pertemuan, 
dilihatnya itu baik, 
maka diberinya cinta

Dua. 
Diantara ruang dan waktu, 
disematkannya rindu sebagai pengingat

Tiga. 
Kabar berita berseliweran
Antaranya segenap pernik prilaku, 
dan bayang wajah

Empat. 
Air mata dan bahagia padu
Sebab emosi tiada gender, 
mengingat suka dan duka

Lima. 
Sebagaimana tumbuhan, 
cinta merebak, 
cemburu pun menyemak

Enam. 
Ketika cinta kian dalam akarnya, 
disatukannya raga oleh ikatan takdir. 

Tujuh. 
mereka bersatu,
sebagai suami istri, 
sebagai mimi mintuno. 
Sebagai Kama Ratih. 

Jumat, 03 November 2023

IA MENGAJUK

Ia membombardir malam itu dengan pertanyaan
Aku tersudut hingga sesak nafas
Diantara jawaban dan amarah kupilih diam

Tiba-tiba kutersadar yang dibutuhkan hanya kata
Kata yang menjalin kembali kisah kasih
Kisah kasih yang menyulam perhatian. Kehangatan. 

Sepeminum teh kemudian ketegangan mencair
Melalui kata kita berdamai
Lalu kita pun kembali tidur dengan beradu punggung

Selasa, 31 Oktober 2023

TENTARA AKA PASUKAN

Tiada yang lebih berani ketika tentara berparade
Langkahnya tegap tak mundur sejengkal juga
Senapannya mencorong tajam gagah menentang langit

Dalam pertempuran ketika mimis tak bermata berdesing
Mari kita sembunyikan takut di balik kendaraan lapis baja
Dan berdoa agar kematian tak menyibak kerumunan

Barisan meliwati podium dengan tatap bangga
Maju tak gentar demikian derapnya
Bhayangkara untuk tanah air dan cinta

Tidakkah dentum meriam mewartakan kematian
Pijarnya berganti asap hitam sebagai amuk
Dan tubuh meregang arwah diiringi tangis Izrail

Senin, 30 Oktober 2023

KHALAYAK MEMILAH

Perubahan, 
persatuan, 
penerus, 
suksesi, 
monggo polah monggo kepradah

Manuver, 
menikung, 
menelikung, 
berhitung. 

Semakin sederhana warna
Semakin tak garis polanya
Semakin nyata ambisi

Maka aliansi
Maka janji

Suara, kutunggu kau di bilik pemilihan

Minggu, 29 Oktober 2023

ADIL

Keadilan hanyalah bunga kata
Serupa anak bermain
Adakalanya beradu dan menangis
Seringnya berjalan bergandengan

Seperti sariawan ia merebak
Nyerinya perih yang meradang
Lidah kelu jua adanya
Dan janji seperti dipilin, terhingga

Setelah kata terburai; cerai berai
Maka huruf dibersihkan. Satu per satu. 
Lalu disimpannya di tempat yang terjaga
Diawasi dewi bermata satu

Senin, 23 Oktober 2023

TANGISAN CUCU

Tangisan cucu hanyalah tanda. Rambu. 
Sebuah cinta sederhana
Campur aduk antara main hingga kantuk

Petualangan dimulai dari dinosaurus di hutan purba
Kereta api yang membelah malam
Hingga berkemah di atas tempat tidur

Setelah makan yang darinya menetes keringat
Serta tawa yang mengiringi
Dongeng berlanjut sebagai nyanyian

Ketika keriaan bermain dirasuki kantuk
Di malam yang kian dalam
Ayah menggamit lalu menggendong di bahu kukuhnya

Cucuku meronta dan menangis terisak
Enggan meninggalkan kamar bermain yang hangat
Namun ayah sigap melintasi kelam dan membawanya ke rumah. Ke peraduan. 

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...