Jumat, 24 November 2023

DINASTI

Kursi memang harus tetap diduduki. Dikuasai
Agar dapat menopang perut yang ambisi
Tak perduli darah mengalir
Tak juga cemooh dan gunjing

Belajarlah cepat, anak
Dengan baliho serta kresek bergambar
Sebab ilmu harus direbut
Dan kekuasaan wajib dilanggengkan

Sujudlah dengan takdzim pada keinginan ibumu
Mintalah rekan yang loyal dan royal
Sedikit menutup mata pada pendapat
Karena ayah akan tetap tut wuri

Janganlah kau lupa cangkang
Rangkullah segenap kerabat
Jejalilah mulut mereka dengan remahan kue
Maka kemenangan satu keniscayaan

Rabu, 22 November 2023

CUKUR

Niatku bulat untuk bercukur
Panas kemarau membuat kepalaku gatal 
Keringat terus mengucur deras
Baunya cukup menyengat

Cukur rambut sebagai lelaku
Dimulai niat ingsun
Tubuh dihempaskan ke atas kursi
Gunting memotong dengan ritmis

Kaca benggala memandangku
Aku menatap balik
Seiring jatuhnya rambut di lantai
Wajah pun berubah, sumringah


Minggu, 19 November 2023

ISOLASI

Bata terakhir menggenapi tembok
Sebagai pagar batas lintas
Setiap pikiran bebas dikelilingi kawat berduri
Harapan hanya sekadar remang dikejauhan

Kemanusiaan berdiri gamang
Menanti di pintu. Ragu. 
Satu dua diselundupkan oleh nasib baik
Sisanya menumpuk hingga busuk

Ketika keputusasaan telah mencekik
Dilontarkannya roket melepas amarah
Dan air mata menjadi mimis dan peluru 
Yang merobek kemanusiaan hingga berkeping

Selasa, 14 November 2023

POHON NANGKA

Pohon itu cukup tua untuk mengayomi desa
Jejak langkahnya berserakan sebagaimana daun jatuh
Akarnya yang renta menisik tanah kerontang

Pohon itu menjadi saksi cinta dan air mata
Sepasang kekasih di bawah rindang pohon berjanji seia
Lalu melingkupi padanya birahi puja

Ketika musim tengah datang
Putik telah buah muda
Satu demi satu dipetik ke pawon tetangga

Manakala malam telah turun mengenakan jubahnya
Di atas dipan emak mendongeng meninabobokan adik
Cerita tentang hantu dan jin yang mbaurekso pohon nangka

Jumat, 10 November 2023

ANGIN AKHIR KEMARAU

Angin kemarau melesak, masuk, 
di siang yang kering, 
lewat jendela pintu yang terkuak, 
lalu berkubang di seantero ruang 

Aku duduk bersandar di sisi. Di tembok
Keringat menetes menganak sungai
Menggenapi kulit, terlebih baju
Kantukpun tak dapat menampik sumuk

Dengan senyap angin mendatangiku, memeluk
Berjingkat di sekujur tubuh hingga bercampur keringat
Sejenak sejuk dan nyaman menyelimuti
Sekejap kemudian terbang melenggang menuju pintu utara

Sabtu, 04 November 2023

DIMANA CINTA MENABUH

Satu. 
Pada mulanya adalah pertemuan, 
dilihatnya itu baik, 
maka diberinya cinta

Dua. 
Diantara ruang dan waktu, 
disematkannya rindu sebagai pengingat

Tiga. 
Kabar berita berseliweran
Antaranya segenap pernik prilaku, 
dan bayang wajah

Empat. 
Air mata dan bahagia padu
Sebab emosi tiada gender, 
mengingat suka dan duka

Lima. 
Sebagaimana tumbuhan, 
cinta merebak, 
cemburu pun menyemak

Enam. 
Ketika cinta kian dalam akarnya, 
disatukannya raga oleh ikatan takdir. 

Tujuh. 
mereka bersatu,
sebagai suami istri, 
sebagai mimi mintuno. 
Sebagai Kama Ratih. 

Jumat, 03 November 2023

IA MENGAJUK

Ia membombardir malam itu dengan pertanyaan
Aku tersudut hingga sesak nafas
Diantara jawaban dan amarah kupilih diam

Tiba-tiba kutersadar yang dibutuhkan hanya kata
Kata yang menjalin kembali kisah kasih
Kisah kasih yang menyulam perhatian. Kehangatan. 

Sepeminum teh kemudian ketegangan mencair
Melalui kata kita berdamai
Lalu kita pun kembali tidur dengan beradu punggung

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...