Jumat, 13 September 2024

PEMILIHAN

Hiruk pikuk hampir tidak
Baliho menjajakannya
Janji kembali berdengung 
Dan akhir kemarau kian panas oleh kontestasi

Sedangkan uang entah kemana sembunyi
Karena keluhan telah menjadi idiom
Tak ada hujan tak angin
Segala borok yang senyap pecah ratna

Sesungguhnya rejeki tak jangkau 
Cukup merapat memilih
Jika menang arang maka kalah abu
Dan kehidupan kembali semula

Kamis, 12 September 2024

ADIK KECIL MENANGIS

Matanya cindera
Bening tanpa sedikitpun merah dosa
Menatap dengan harap
Dan ratapnya jatuh di pelimbahan

Ketika tangis tinggal satu dua
Sedangkan belum lah ibu memberi
Bibir tipisnya mengatup hingga sabit
Lalu tangan kecilnya meraih dada

Sepeminum teh ia menyusu
Matanya telah padam cahaya
Nafasnya pelan dan teratur 
Oleh ibu direbahkan di atas dipan beralaskan kain gombal

Selasa, 10 September 2024

KEMBALI

Menuruni tangga yang berlapis lumut
Licinnya hingga sepatu
Langkahku berjingkat sebab kerikil
Dan pagi telah semarak matahari

Jalan desa yang panjang dan berliku
Berujung di gapura dusun
Seekor anjing melintas sambil mengibas
Anak ayam mengejar induknya

Di depan halaman rumah aku termangu
Teringat seorang anak berlari berkejaran
Ah, itu hanya kenangan lalu
Dan kuketuk perlahan pintu berwarna mahoni

Dari dalam terdengar suara sandal
Langkahnya gupuh
Pintupun dibuka
Seraut wajah teduh tersenyum

Minggu, 08 September 2024

GADIS PENENUN

Ditisiknya hari-hari dengan gedogan dan sisir
Tangannya menari diantara benang
Matanya tak kejap menatap 
Keningnya sejalur keringat

Pola telah terbentuk
Berselang warna aneka
Kain setengah pun jadi
Setelah hilang satu purnama

Sementara menenun
Disingkirkan capai lelah
Hingga selesai sehelai

Setelah diratus
Digantung kain
Menanti kolektor

Jumat, 06 September 2024

KE WARUNG

Karena pagi masih muda
Aku melangkah gontai
Ke warung dekat rumah
Mendatangi sarapan

Setiba di warung
Bangku banyak kosong
Bau masakan tercium dari pawon
Akupun duduk dan memesan kopi

Dengan ditemani sebatang kretek
Kuambil pisang goreng, satu
Anyep dan keras
Kutelan pisang dengan tegukan kopi

Tegukan terakhir tersisa ampas 
Dari kantong kuambil receh
Kembaliannya minta rokok sebatang
Lalu menuju pintu, keluar 


Selasa, 03 September 2024

NEGO

Kita duduk setengah lingkar
Pendingin jua terengah jengah
Sedikit basa basi telah

Kita mula tawar menawar
Agak tinggi sebab kerap
Tak kalah hanya mengalah 

Kita telah kompromi
Tangan pun berjabat erat
Lalu berpisah arah 

Senin, 02 September 2024

ALERGI

Ia alergi
Karena kemarau melepas debu
Dan angin mendatangi bediding

Ia alergi 
Hidungnya keluar ingus
Sisa tidur di dingin malam

Ia alergi
Hanya alergi
Tak penyakit

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...