Sabtu, 09 Agustus 2025

RUMPUT

Matanya nyalang menatap orang lewat
Pantatnya panas duduk di jok beca
Ia berharap ada yang menawar minta diantar
Rejeki tak lari kemana 

Sebatang rokok tinggal separuh
Dihisapnya dalam-dalam untuk menahan lapar 
Sejak pagi ia menanti di mulut pasar 
Rejeki tak lari kemana 

Sepeminum teh telah berlalu
Ia bersiap mengayuh becaknya, pindah
Tiba-tiba seorang ibu menggamit bajunya
Rejeki tak lari kemana

Rabu, 06 Agustus 2025

AKAR

Matanya merah, 
menyiratkan takut dan amarah
Tubuhnya gemetar sebab cemas
Keringat membasahi wajahnya yang tembaga

Di seberang jalan 
barisan lapak dihancurkan 
Beringas petugas
Tanpa ragu

Dagangan berserakan di jalan
Seperti sampah bertebaran
Harapan terinjak sepatu bot
Untung tak dapat diraih

Pikirannya terbang 
menuju anak istrinya 
Meratapi rejeki
Menangisi nasib 

Senin, 04 Agustus 2025

LAGI HUJAN LAGI

Hujan bertukar musim dengan Agustus
Tak deras hanya basah
Angin bediding menusuk
Kembang mangga rontok sudah

Hujan tersesat di ceruk kemarau
Karena gadis kecil* masih ingin menangis
Isaknya bunyi hujan mengguyur
Menyapu hingga batas langit

Sebagai air mata membasuh
Hujan meratapi bumi
Kemarau menatap nyalang 
Mencari kesempatan untuk menyergap

* La nina

Minggu, 03 Agustus 2025

BASA BASI

Lunas sudah basa basi hari ini 
Wajah yang sebermula capai
Kini sumringah tersungging 

Kerap kita hanya bertukar kata 
Sedikit bungkuk seolah mengerti
Lalu balik badan ikuti antrian

Selepas kita lepaskan topeng
Hanya keringat sejalur
Dan diam jadi yang ke dua

Jumat, 01 Agustus 2025

SERPIHAN PIKIRAN

Jendela waktu 
dimana serpih tak lengkap 
dari pikiran yang usang
ditisik ulang 
dengan jari yang luka
membentuk hampar kenangan

Kita selalu mencoba 
menyelaraskan langkah 
Mengeja dengan tergagap 
setiap serpih 
agar menjadi pedoman 
kearah mana kaki penuju

Senin, 28 Juli 2025

KOMUNITAS

Kita menghirup udara yang sama
Kita menjelajahi mimpi yang sama 
Kita mencapai lelah bersama
Kita berkeringat hingga air mata

Kita saling mendukung
Kita sering beradu
Kita berargumen serupa seteru

Kita bagaikan keluarga
Kita selalu berbagi

Kita sebuah komuni

Rabu, 23 Juli 2025

ANAK

Diasuhnya doa dan birahi
Hingga menetes Eros
Sebagaimana puja Kama Ratih
Kau mendatangi dunia dengan polos

Lalu disadapnya setiap tetes kehidupan
Serupa menghisap tetek hingga luka
Diisinya pikiran oleh tanya
Dipenuhi perutnya dengan dosa

Setelah genap dua pradaksina
Semua capai lelah pun tersapih
Tinggal tangan kecilnya mengais
Dan mulutnya yang lapar mengecap nestapa

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...