Jumat, 11 Maret 2022

MENANTI HUJAN BERHENTI 1

Pada tiang pintu aku bersandar
Karena hujan tetap saja
Pandanganku melanglang lewati
Sebagaimana rindu lalu mengalir

Ketika hujan turun
Tetesnya antri berturutan
Aku diam termangu menatap
Air jatuh berulang di tingkap

Hujan kian deras menerjang
Meninggalkan suara di beranda
Segera ku tutup pintu, dan
tinggalkan hujan kedinginan sendirian di luar

Selasa, 08 Maret 2022

HUJAN LAGI SORE LAGI

Jangankan terbang terbawa angin
Lewati jendela pun tak
Sebab rindu adalah dendam
Yang harus dibayar lunas beserta rentenya

Sesungguhnya hujan datang dan datang lagi sebagai wasilah
Mencoba menautkannya di kelingking dan jari manis
Namun segenap rintik hanya meratap sedih
Karena jemari tetap kosong tanpa janji

Hujan sore menetapi janjinya
Meninggalkan dupa sesaji di pintu batin
Setelah tuntas ia menyusul matahari
Lalu tenggelam dalam malam yang buram

Minggu, 06 Maret 2022

SURAT DARIPADA PERINTAH

Surat itu telah menimbulkan gelombang
Politik
Balas dendam
Pertumpahan darah
Perceraian
Luka lara
Tangis
Kehilangan
Pengasingan
Setelah surat senyap

Surat itu telah menulis ulang sejarah
Siapa menang
Siapa kalah
Siapa berkuasa
Siapa tertindas
Siapa negara
Siapa warga kelas dua
Setelah surat lenyap

KONTROVERSI

Karena sejarah ditulis ulang oleh pemenang
Maka pembantaian adalah sakral
Maka mengalirkan darah adalah penyucian
Sebuah inkuisisi

Sebagaimana air mata telah mengering
Sehingga duka lara terbaring di tanah Merah
Kekalahan adalah sebuah luka nganga
Meruyak dalam pikiran menimbun hati dengan benci

Jumat, 04 Maret 2022

KARENA AKU CEMAS

Cemas menghampiri
Mengendap dalam senyap
Akal sehat dibombardir 
Dipenuhi berjuta jika

Kabar tiba berbentuk potongan tak lengkap
Seperti puzzle kita hanya bisa mengira

Lidahku kelu
Tiada kata disematkan
Semua prasangka benar adanya
Dan hatiku terkungkung syak wasangka

Ketika kabar telah lengkap tercerna
Telapak tangan basah oleh keringat

Rabu, 02 Maret 2022

HUJAN SEHARIAN

Hujan datang dan pergi tanpa kulo nuwun
Hanya saja mendung sebagai penanda

Terik matahari disamarkan sebagai daun jatuh
Dan angin menggembalakan awan hingga padang ilalang

Mendung menyelinap di senja kala
Gerimis turun dan merintih, luruh.

Di haribaan malam
Warna perlahan lenyap ditelan kelam

Selasa, 01 Maret 2022

KEPADA SERDADU KEPADA PERANG

Manakala perbatasan telah dilanggar
Oleh sepatu boot dan rantai kendaraan lapis baja
Tinggal selangkah mendapati peluru menyalak
Juga desir roket membelah angkasa

Kemanusiaan luluh lantak berkalang tanah
Menjadi luka yang menganga
Dengan diiringi gugur bunga dan air mata
Satu per satu atma pralaya

Hitungan waktu kian lama di pusat bencana
Kedua sisi telah berjatuhan korban
Telah meneteskan darah yang sama. Merah.
Telah genap duka, mesiu dan bau daging terbakar

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...